Tidak Bisa Menyetir, Belasan Mobil di Kampung Miliarder Alami Kerusakan Karena Kecelakaan

  • Viral |
  • 23 February 2021 11:29
Tidak Bisa Menyetir, Belasan Mobil di Kampung Miliarder Alami Kerusakan Karena Kecelakaan

Setelah viral karena membeli mobil baru secara bersamaan dalam satu desa, kini mobil baru tersebut alami kerusakan karena alami kecelakaan kecil.

Helo.id - Belum lama ini media digemparkan dengan kabar terkait dengan belasan mobil mewah yang ada di kampung miliarder lebih tepatnya berada di Desa Sumurgeneng, Kecematan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur rusak akibat kecelakaan.

Rusaknya belasan mobil tersebut ternyata dikarenakan sang pemilik masih belum bisa mengendarai mobil.

Seperti yang diketahui bahwa warga dalam di desa yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut telah beramai-ramai membeli mobil baru setelah mendapatkan uang dari penjualan tanah ke Pertamina.

Belasan mobil yang kebanyakan bermerk Toyota tersebut pun kini masih diperbaiki oleh pihak dealer penjualan resmi.

Branch Manager Auto 2000 Tuban, Arie Soerjono menjelaskan bahwa hingga kini sudah ada sebanyak 15 mobil milik warga Desa Sumurgeneng yang mengalami kecelakaan.

Akan tetapi ternyata, kecelakaan tersebut tidak terjadi di jalan raya, melainkan di lingkungan desa setempat dan bukan kecelakaan besar.

"Sudah ada 15 mobil yang kecelakaan kecil, tapi sudah selesai perbaikan sekarang," ujar Arie

Ia kemudian menjelaskan, terkait dengan biaya perbaikan karena kecelakaan kecil tersebut, para warga tidak dikenakan biaya pembayaran perbaikan tersebut.

Karena mobil yang sudah dibeli tersebut sudah masuk dalam klaim asuransi. Jadi, begitu mobil jadi selanjutnya bisa diambil oleh sang pemilik atau diantar dan tanpa dikenakan biaya apapun.

Arie Soerjono menjelaskan bahwa kebanyakan dari mobil yang telah selesai diperbaiki tersebut diantar oleh pihak dealer.

"Kebanyakan diantar ke pemiliknya, mobil masuk asuransi jadi tidak usah bayar perbaikan," pungkasnya.

Fakta unik yang terungkap dari kejadian tersebut, beberapa warga yang telah membeli mobil baru tersebut ternyata belum bisa mengemudi.

Salah satu warga yang bernama Wartono diketahui telah membeli mobil jenis Mitsubishi Xpander tersebut mengatakan bahwa dirinya memang tidak bisa menyetir mobil.

Sehari-hari ia hanya mengendarai traktor untuk pergi ke sawah. Akan tetapi, setelah membeli mobil, ia kemudian diajari oleh temannya hingga pada akhirnya bisa mengemudi sendiri.

"Memang sebelum beli mobil ini tidak bisa nyetir, setelah beli saya belajar," ujarnya

Sebelumnya belum lama ini media sosial digemparkan dengan video yang menunjukkan seluruh warga di salah satu desa yang ada di Indonesia tengah ramai-ramai membeli mobil. Diketahui mobil yang dibeli sebanyak 176 unit.

Sebanyak 225 warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban akhirnya mendadak jadi miliarder.

Sang kepala desa Sumurgeneng, Gihanto kemudian membenarkan kejadian unik tersebut. Ia bahkan juga mengatakan bahwa mobil-mobil baru masih terus berdatangan sejak kemarin.

"Benar terkait warga ramai-ramai beli mobil baru, kabarnya kemarin datang lagi dari Gresik atau Surabaya," ujar Gihanto

Gihanto kemudian menjelaskan bahwa banyak warganya yang membeli mobil seusai mendapatkan hasil dari penjualan tanah Grass Root Refinery (GRR) kilang minyak.

Diketahui PT Pertamina bersama dengan perusahaan asal rusia, Rosneft diketahui membeli lahan para warga di desa tersebut dengan harga Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per meter. Harga tersebut diketahui lebih tinggi dari harga jual pasaran saat ini.

Dari situlah para warga akhirnya mendapatkan banyak uang hingga cukup untuk membeli mobil baru dan memenuhi kebutuhan mereka.

Bahkan, Gihanto juga mengatakan bahwa sudah ada ratusan warganya yang membeli mobil baru. Ia juga mengungkapkan ada salah satu warganya yang membeli 2-3 mobil baru.

"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang, terakhir kemarin ada 17 mobil baru," ucap Gihanto.

Gihanto juga mengatakan bahwa warganya mendapatkan bayaran senilai Rp 8 milyar untuk setiap tanah yang dijual.

Dikatakan bahwa warga yang memiliki lahan empat hektar ada juga yang mendapat uang sebesar Rp 26 milyar. Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di desa tersebut ada juga yang mendapatkan uang sebesar Rp 28 milyar.








Komentar