•   July 6
Viral

Pihak Kepolisian Akan Pulangkan 80 Pelajar, Yang Terjaring Akan Ikuti Demo

( words)

Pihak Kepolisian Akan Pulangkan 80 Pelajar, Yang Terjaring Akan Ikuti Demo

Helo.id - Dikala terjadinya aksi unjuk rasa, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, pihaknya menangkap sebanyak 80 pelajar yang hendak ikut demo di sekitaran Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Diketahui, ada dua titik pada demo 11 April 2022. Yang pertama sekitar Monas ataupun Patung Kuda, kemudian kedua di depan gedung DPR.

"Di monas pelajar sekitar 80 orang kita amankan," ujar Fadil saat jumpa pers di komplek Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022) malam.

Meski telah ditangkap lantaran hendak ikutan demo, dia mengatakan 80 pelajar tersebut akan segera dipulangkan malam ini, usai semuanya dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

"Jadi mungkin malam ini kita segera kembalikan," ucap Fadil.

Dengan adanya pelajar yang bergerak saat demo 11 April 2022 ini, pihaknya akan menyelidiki kemungkinan adanya penggerak para pelajar tersebut sehingga mau turun aksi.

"Tadi ada pelajar memang kita kategorikan masa cair. Kita pelajari ini apakah murni cair apakah ada yang menggerakkan," kata Fadil.

Dilansir liputan6.com, polisi mengamankan empat pelajar yang melintas di sekitaran Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Hal itu menjadi upaya antisipasi pengawalan aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia (BEM SI) yang rencananya digelar hari ini.

Keempat pelajar itu melintas menggunakan dua sepeda motor persis di samping Patung Kuda. Petugas yang melihat pun langsung berupaya menghentikan mereka. Tiga dari empat pelajar itu tidak mengenakan helm. 

Petugas pun turut meminta mereka membuka jok motor dan melakukan pemeriksaan. Setelah dipastikan tidak ada benda berbahaya, mereka dibawa ke pospol terdekat. Saat ditanya, salah satu pelajar mengaku bermaksud menuju kawasan Tangerang.

"Mau ke Tangerang," tutur si pelajar saat digelandang menuju Pospol. 

Puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kabupaten Bogor dan Sukabumi diamankan oleh Satgas Pelajar Kota Bogor di Stasiun Bogor, Senin (11/4/2022) pagi. Para pelajar berseragam sekolah itu diamankan karena disinyalisasi hendak berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi demo dengan mahasiswa. 

Mereka menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. Ketua harian Satgas Pelajar Kota Bogor, Mohammad Iqbal mengatakan, dari hasil pemeriksaan mereka mengakui hendak ikut berdemonstrasi di Jakarta.

"Saat ditanya awalnya lugu-lugu, enggak ngaku. Tapi setelah didesak akhirnya mereka mengakui mau pergi ke sana," papar Iqbal.

Iqbal mengungkapkan, keberangkatan mereka ke Jakarta ini sudah direncanakan sehari sebelumnya. Mereka melakukan janjian dengan para pelajar sekolah di Jakarta, kemudian ikut demo dengan mahasiswa di sana.

"Kami temukan bukti catatan, mereka janjian dengan temannya di Jakarta. Kami juga menemukan flyer pamflet aksi 11 April di Jakarta," terangnya.

Para pelajar tersebut kemudian digiring ke SMK Taruna Andiga Kota Bogor untuk diberikan pembinaan. Pihak sekolah dan orang tua mereka pun sudah minta untuk datang dan menjemputnya.

"Kami tidak mengizinkan mereka pulang sendiri, karena takutnya tetap pergi melalui jalur lain. Pihak sekolah dan orang tuanya sudah kami hubungi untuk segera datang," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, tentang Demo 11 April yang diusung Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022 menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat maupun warganet di media sosial. Pantauan Tekno Liputan6.com, Senin (11/4/2022), keyword dan tagar terkait demo 11 April 2022 seperti "Demo" dan tagar 

"Aksi Nasional 114 (#AksiNasional114)" menjadi trending topic di Twitter.

Ada lebih dari 135 ribu cuitan yang mengaitkan keyword Demo, sedangkan #AksiNasional114 sekitar 5.600 tweets. Beragam komentar pun dilontarkan oleh sejumlah warganet, ada yang pro alias mendukung dan juga ada yang kontra dengan demo ini. Menurut Koordinator Media BEM SI 2022, Luthfi Yufrizal, akan ada 1.000 massa aksi yang turun menyuarakan pendapatnya dari mahasiswa di seluruh penjuru tanah air.

"Estimasi ada 1.000 massa aksi dan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia," ujar Luthfi saat dikonfirmasi pada Minggu (10/4/2022) dilansir dari News Liputan6.com.

Luthfi menambahkan bahwa ada empat tuntutan yang akan disuarakan dalam demo 11 April 2022, yaitu:

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode.

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

"Kami ada dan terus berlipat ganda. Panjang Umur Perjuangan!,"ucapnya.

Terkait lokasi, Luthfi membenarkan kalau demo BEM SI ini berpindah tempat dari kawasan Istana Negara menuju Kompleks DPR, Senayan, Jakarta.

"Iya, Aliansi BEM Seluruh Indonesia kembali akan menggelar aksi massa yang akan dilaksanakan Senin 11 April 2022 Pukul 10.00 WIB di DPR RI," tutur Luthfi.

Mendengar rencana demo tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada pemerintah agar tidak menghalang-halangi aksi unjuk rasa yang bakal dilakukan BEM SI dan sejumlah elemen masyarakat.

"Kepada pemerintah dan seluruh pihak agar menghormati hak-hak dari mahasiswa dan rakyat yang ikut berunjuk rasa dengan tidak menghambat dan menghalang-halangi kelompok mahasiswa atau peserta unjuk rasa," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya, Minggu (10/4).

"Yang akan datang ke Jakarta, yang akan datang dari berbagai daerah agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik," tambahnya.

Menurut Anwar, demo 11 April turut membawa sejumlah tuntutan yang penting untuk diperhatikan pemerintah. Di antaranya menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode dan penundaan pemilu 2024.

Termasuk, mendesak pemerintah agar bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang- barang pokok bagi masyarakat. Serta menuntut dibatalkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Untuk itu karena masalah unjuk rasa atau demonstrasi ini sudah merupakan bagian dari demokrasi serta jelas-jelas dilindungi oleh UU," katanya.

MUI juga menghimbau kepada para peserta aksi untuk tetap tertib dalam menyampaikan aspirasinya, tidak dilakukan dengan cara anarkis, tidak melanggar hukum dan tidak mudah terprovokasi. Sementara untuk aparat kepolisian yang akan mengamankan jalannya aksi, Anwar mengimbau agar bisa mengendalikan diri ketika melangsungkan pengamanan aksi nantinya, termasuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Jangan mempergunakan peluru tajam serta melakukan hal-hal atau tindakan yang berlebihan yang melanggar HAM dan menyakiti hati rakyat. Karena kalau hal demikian sempat terjadi maka dia akan meninggalkan luka yang dalam di hati rakyat," tegas  dia.

"Serta masyarakat luas dan itu jelas tidak baik bagi perjalanan kehidupan demokrasi di negeri ini kedepannya," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan siap mengawal jalannya unjuk rasa BEM SI pada Senin, 11 April 2022. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, kepolisian telah menerima surat pemberitahuan dari pihak panitia terkait rencana demonstrasi tersebut.

"Pokoknya Polda Metro Jaya siap amankan dan akan mengeluarkan kekuatan sebanding dengan peserta demo," ucap dia kepada wartawan, Minggu (10/4).

Polisi berjanji mengedepankan pendekatan humanis saat menjaga demonstrasi. Selain itu, personel yang ditugaskan juga dilarang membawa senjata api.

"Kami sudah siapkan hal itu tentunya pengamanan demo kami secara humanis pelayanan kami kedepankan ke seluruh peserta demo dan tidak gunakan peluru tajam. Jadi itu sudah arahan pimpinan polda," papar dia.

Zulpan mengimbau kepada masyarakat unjuk tetap beraktivitas biasa. Semtarara itu, bagi peserta unjuk rasa diminta untuk melakukan kegiatan dengan tertib dan damai.

"Kami imbau tidak anarkis. Sekarang bulan Ramadan kami imbau semua yang aksi akan hormati masyarakat yang ibadah agar Ramadan penuh berkah tidak ternodai dengan hal-hal bertentangan dengan nilai agama," tukasnya.

 

TAG : ViralDemoMahasiswaPolisiIndonesia

Artikel Menarik Lainnya

Komentar