•   July 6
Viral

Bubarnya Demo Mahasiswa Hingga Arus Lalu Lintas, di Depan DPR Berangsur Normal

( words)

Bubarnya Demo Mahasiswa Hingga Arus Lalu Lintas, di Depan DPR Berangsur Normal

Helo.id - Dikala derasnya hujan, membuat aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022) berakhir. Massa yang sempat memenuhi ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR itu telah membubarkan diri. Pantauan Liputan6.com di lapangan, massa aksi demo 11 April sudah tidak lagi terlihat di kawasan Gedung DPR/MPR setelah dibubarkan paksa aparat kepolisian menggunakan gas air mata, Senin sore.

Letusan tembakan gas air mata terdengar memekakkan telingga. Gas berwana putih pekat berhasil membuat massa lari tunggang-langgang. Aksi kepolisian sempat mendapatkan balasan dari beberapa massa aksi. Mereka melepaskan mercon ke arah petugas. Hujan deras di lokasi kemudian memecah keramaian. Massa aksi berangsur membubarkan diri.

Kini situasi arus lalu lintas di kawasan Gedung DPR, Senayan berangsur normal pada Senin petang. Ruas jalan Gatot Subroto dari arah jembatan Semanggi yang sebelumnya ditutup kini sudah bisa dilalui kendaraan. Pun demikian dengan ruas jalan tol yang sempat tersendat akibat terhalau massa, kini sudah lancar kembali.

Massa aksi demo 11 April 2022 di sekitaran Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, juga mulai meninggalkan lokasi unjuk rasa. Mereka membubarkan diri disusul berbagai organisasi yang turut menyampaikan aspirasinya. Mereka bersama-sama melewati Jalan Medan Merdeka Selatan.

Dilansir  Liputan6.com, Senin (11/4/2022), massa aksi yang demo berasal dari Universitas Bung Karno hingga GMNI, mulai bergerak meninggalkan lokasi demonstrasi sekitar pukul 16.30 WIB. Selama membubarkan diri, massa tetap berorasi sambil mengusut sejumlah hal. 

Diberitakan sebelumnya, tentang Demo 11 April yang diusung Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022 menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat maupun warganet di media sosial. Pantauan Tekno Liputan6.com, Senin (11/4/2022), keyword dan tagar terkait demo 11 April 2022 seperti "Demo" dan tagar 

"Aksi Nasional 114 (#AksiNasional114)" menjadi trending topic di Twitter.

Ada lebih dari 135 ribu cuitan yang mengaitkan keyword Demo, sedangkan #AksiNasional114 sekitar 5.600 tweets. Beragam komentar pun dilontarkan oleh sejumlah warganet, ada yang pro alias mendukung dan juga ada yang kontra dengan demo ini. Menurut Koordinator Media BEM SI 2022, Luthfi Yufrizal, akan ada 1.000 massa aksi yang turun menyuarakan pendapatnya dari mahasiswa di seluruh penjuru tanah air.

"Estimasi ada 1.000 massa aksi dan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia," ujar Luthfi saat dikonfirmasi pada Minggu (10/4/2022) dilansir dari News Liputan6.com.

Luthfi menambahkan bahwa ada empat tuntutan yang akan disuarakan dalam demo 11 April 2022, yaitu:

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode.

- Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

"Kami ada dan terus berlipat ganda. Panjang Umur Perjuangan!,"ucapnya.

Terkait lokasi, Luthfi membenarkan kalau demo BEM SI ini berpindah tempat dari kawasan Istana Negara menuju Kompleks DPR, Senayan, Jakarta.

"Iya, Aliansi BEM Seluruh Indonesia kembali akan menggelar aksi massa yang akan dilaksanakan Senin 11 April 2022 Pukul 10.00 WIB di DPR RI," tutur Luthfi.

Mendengar rencana demo tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada pemerintah agar tidak menghalang-halangi aksi unjuk rasa yang bakal dilakukan BEM SI dan sejumlah elemen masyarakat.

"Kepada pemerintah dan seluruh pihak agar menghormati hak-hak dari mahasiswa dan rakyat yang ikut berunjuk rasa dengan tidak menghambat dan menghalang-halangi kelompok mahasiswa atau peserta unjuk rasa," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya, Minggu (10/4).

"Yang akan datang ke Jakarta, yang akan datang dari berbagai daerah agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik," tambahnya.

Menurut Anwar, demo 11 April turut membawa sejumlah tuntutan yang penting untuk diperhatikan pemerintah. Di antaranya menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode dan penundaan pemilu 2024.

Termasuk, mendesak pemerintah agar bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang- barang pokok bagi masyarakat. Serta menuntut dibatalkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Untuk itu karena masalah unjuk rasa atau demonstrasi ini sudah merupakan bagian dari demokrasi serta jelas-jelas dilindungi oleh UU," katanya.

MUI juga menghimbau kepada para peserta aksi untuk tetap tertib dalam menyampaikan aspirasinya, tidak dilakukan dengan cara anarkis, tidak melanggar hukum dan tidak mudah terprovokasi. Sementara untuk aparat kepolisian yang akan mengamankan jalannya aksi, Anwar mengimbau agar bisa mengendalikan diri ketika melangsungkan pengamanan aksi nantinya, termasuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Jangan mempergunakan peluru tajam serta melakukan hal-hal atau tindakan yang berlebihan yang melanggar HAM dan menyakiti hati rakyat. Karena kalau hal demikian sempat terjadi maka dia akan meninggalkan luka yang dalam di hati rakyat," tegas  dia.

"Serta masyarakat luas dan itu jelas tidak baik bagi perjalanan kehidupan demokrasi di negeri ini kedepannya," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan siap mengawal jalannya unjuk rasa BEM SI pada Senin, 11 April 2022. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan, kepolisian telah menerima surat pemberitahuan dari pihak panitia terkait rencana demonstrasi tersebut.

"Pokoknya Polda Metro Jaya siap amankan dan akan mengeluarkan kekuatan sebanding dengan peserta demo," ucap dia kepada wartawan, Minggu (10/4).

Polisi berjanji mengedepankan pendekatan humanis saat menjaga demonstrasi. Selain itu, personel yang ditugaskan juga dilarang membawa senjata api.

"Kami sudah siapkan hal itu tentunya pengamanan demo kami secara humanis pelayanan kami kedepankan ke seluruh peserta demo dan tidak gunakan peluru tajam. Jadi itu sudah arahan pimpinan polda," papar dia.

Zulpan mengimbau kepada masyarakat unjuk tetap beraktivitas biasa. Semtarara itu, bagi peserta unjuk rasa diminta untuk melakukan kegiatan dengan tertib dan damai.

"Kami imbau tidak anarkis. Sekarang bulan Ramadan kami imbau semua yang aksi akan hormati masyarakat yang ibadah agar Ramadan penuh berkah tidak ternodai dengan hal-hal bertentangan dengan nilai agama," tukasnya.

 

TAG : ViralDemoMahasiswaIndonesia

Artikel Menarik Lainnya

Komentar