•   January 27
Viral

Polisi Usut Dugaan Mahasiswi, yang Dikunci di Toilet Sebelum Yudisium

( words)

Polisi Usut Dugaan Mahasiswi, yang Dikunci di Toilet Sebelum Yudisium

Helo.id - Mengaku sempat dicoret dari yudisium Fakultas Ekonomi Unsri dan mengaku disekap di toilet. Mahasiswi pelapor kasus pelecehan langsung histeris. Dan Polisi bakal mengusut pengakuan mahasiswi tersebut.

"Kami memang mendapat informasi bahwa korban itu disekap di WC, itu rentetan daripada pelaporannya saat memberikan keterangan penyelidikan," ujar Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni, di Polda Sumsel, Senin (6/12/2021).

Masnoni mengatakan pihaknya akan mengusut dugaan penyekapan tersebut. Dia mengimbau korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Kalau yang soal penyekapan, segera ditindaklanjuti jika korban melapor lagi terkait masalah penyekapan," ucapnya.

"Kita lihat perkembangannya, penyekapannya seperti apa, apakah ada unsur yang mengarah ke tindak pidananya," lanjutnya.

Sebelumnya, dosen berinisial FR yang menjadi saksi dalam penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual buka suara soal peristiwa yang dilihatnya. FR bicara dalam konferensi pers yang digelar Tim Koalisi Penghapusan Kekerasan Seksual Unsri di Sekretariat IKA Unsri, Palembang, Sabtu (4/12) malam.

"Saya melihat ada beberapa oknum pegawai laki-laki di Unsri yang menahan korban di kamar mandi sebelum ricuhnya acara Yudisium Fakultas Ekonomi kemarin," tutur FR.

Tim Koalisi Penghapusan Kekerasan Seksual, yang juga pengurus IKA Unsri, turut membenarkan apa yang disampaikan FR. Dalam kejadian itu, kata dia, dosen FR mengatakan ada lima orang yang berjaga di depan toilet.

"Ini ada peristiwa penyekapan, informasi dari korban itu ada lima orang yang berjaga di depan toilet," papar Ketua Tim Koalisi Penghapusan Kekerasan Seksual di Unsri, MA Yan Iskandar, yang juga kuasa hukum dan pengurus IKA Unsri.

Kabar soal pencoretan nama mahasiswi pelapor kasus dugaan pelecehan oleh dosen saat yudisium itu disampaikan oleh BEM KM Unsri. Rektorat Unsri menjelaskan penyebabnya.

"Penyebabnya karena mahasiswi tersebut masih memiliki masalah administratif yang wajib dia diselesaikan dengan Dekanat," jelas Wakil Rektor 1 Unsri Zainuddin saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/1).

Dia mengatakan Dekanat memang berhak menunda yudisium seorang mahasiswa apabila ada masalah administratif. Namun dia tak menjelaskan detail apa masalah administratif tersebut.

"Sudah menjadi wewenang dari seorang dekan untuk menunda yudisium apabila mahasiswa atau mahasiswi tersebut belum menyelesaikan kewajibannya," terang.

"Mahasiswi itu akan kita panggil untuk memberikan klarifikasi," tukas Zainuddin.

Diberitakan sebelumnya, tentang civitas akademika Universitas Riau gempar setelah seorang mahasiswi membuat pengakuan mendapat pelecehan seksual ketika bimbingan proposal skripsi. Video ini beredar luas melalui pesan Whatsapp setelah diunggah oleh akun Instagram @komahi_ur.

Dalam video berdurasi 13 menit 26 detik itu, mahasiswi tersebut mengaku mengambil jurusan Hubungan Internasional Universitas Riau angkatan 2018. Wajahnya memang tak jelas karena disamarkan oleh akun tersebut. Video ini berjudul 'SEXUAL IN HI FISIP" tersebut. Akun instagram @komahi_ur mengunggah videonya pada Kamis siang, 4 November 2021.

Tak tanggung-tanggung, mahasiswi ini menyebut terduga pelaku pelecehan seksual merupakan seorang dekan inisial S. Belakangan diketahui menjabat dekan di Fisipo Universitas Riau. Dalam pengakuannya, mahasiswi ini mengaku mendapat pelecehan seksual terjadi pada Rabu, 27 Oktober 2021. Lokasinya berada di sebuah ruangan di kampus saat melakukan proposal bimbingan skripsi.

Sementara itu, S beberapa kali ditelepon tidak menjawab meskipun ada tanda panggilan masuk. Dua nomor teleponnya yang diperoleh wartawan tidak memberikan jawaban. Begitu juga dengan upaya konfirmasi melalui pesan di Whatsapp. Pesan konfirmasi ke dua nomor Whatsapp tidak mendapatkan jawaban meskipun status S di layar telepon sedang online. Kembali ke video, mengawali postingannya, akun @komahi_ur menuliskan narasi pengantarnya:

"Baru beberapa hari setelah Permendikbud nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi ditetapkan, salah seorang teman kami justru dilecehkan secara seksual. Kejadian ini membuat kami marah, geram dan harus mendampingi korban/penyintas, seorang Mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Fisip UNRI," tulis akun @komahi_ur.

Video ini, lanjutnya, berisikan pengakuan langsung dari korban, kronologi kejadian, identitas pelaku dan perlakuan yang diterima korban usai kejadian.

"Identitas dari korban harus kami rahasiakan demi kepentingan keamanan korban. Saat ini, korban masih merasa trauma secara mental dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak," tulis akun tersebut.

"Biarkan dunia menyaksikan dan mendengar, tindak pelecehan seksual di lingkungan kampus sangatlah nyata!"lanjutnya.

Korban mengaku perbuatan tak senonoh itu terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban menghadap dekan dalam rangka bimbingan proposal skripsi. Saat itu, hanya mereka berdua di ruangan. Mengawali proses bimbingan, kata korban, dosen S malah bertanya bukan seputar proposal skripsi, namun terkait kehidupan pribadi. Bahkan si dosen, katanya, mengucapkan 'i love you' kepada korban.

"Ketika saya ingin berpamitan, beliau langsung menggenggam kedua bahu saya, mendekatkan badannya kepada diri saya. Langsung beliau menggengam kepala saya dengan kedua tangannya. Setelah itu dia mencium pipi sebelah kiri saya dan mencium kening saya," ujar korban.

"Saya sangat merasa ketakutan dan saya langsung menundukkan kepala saya. Namun bapak SH (menyebut namanya) segera mendongakkan kepala saya dan dia berkata 'Mana Bibir..? Mana Bibir..?', sambung korban.

Kejadian itu, kata korban, membuat dirinya sangat terasa terhina dan terkejut. 

"Badan saya merasa ketakutan. Namun ketika saya mendorong dan dia mengatakan 'Ya udah kalau tidak mau," lanjut korban.

Korban pun langsung buru-buru meninggalkan ruangan dekan dan meninggalkan kampus dengan keadaan yang sangat bergetar, ketakutan, sangat merasa dilecehkan. 

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar