•   January 27
Viral

Ayah Bripda Randy Pada Akhirnya, Meminta Maaf Atas Kejadian yang Menimpa Novia

( words)

Ayah Bripda Randy Pada Akhirnya, Meminta Maaf Atas Kejadian yang Menimpa Novia

Helo.id - Usai sang anak yang sudah ditahan, oleh pihak kepolisian. Kini ayah Bripda Randy Bagus, Niryono, akhirnya buka suara terkait kasus yang dialami putranya. Ia menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa atas meninggalnya Novia Widyasari Rahayu.

"Saya bapak dari Bripda Randy Hari Sasongko. Kami sekeluarga, sebagai orang tua mengucapkan mohon maaf kepada publik yang mana atas kejadian berita yang heboh di publik dua hari ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar Niryono di rumahnya, Kelurahan Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/12/2021).

Secara khusus, Niryono juga menyampaikan belasungkawa kepada Novia. Ia juga mendoakan mahasiswi Universitas Brawijaya Malang itu.

"Saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya calon menantu saya, Novia. Mudah-mudahan Novia diterima di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Saya kasihan dan prihatin," paparnya.

Niryono juga menegaskan bahwa ia bukan anggota DPRD atau pejabat sebagaimana yang diyakini netizen.

"Dan saya ini bukan anggota dewan. Saya ini tengkulak gabah, wiraswasta saya ini," tukas Niryono.

Diberitakan seblumnya, tentang kisah pilu seorang wanita mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia pada 2 Desember 2021 di samping makan sang ayah bikin heboh. Mahasiswi yang diketahui bernama Novia Widyasari Rahayu warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Dia berusia 23 tahun dan mahasiswi dari Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Kisah Pilu Novia Widyasari Rahayu meninggal dunia bunuh diri dengan meminum racun ketika berziarah ke makam ayahnya sekitar pukul 15.30 WIB. Kapolsek Sooko AKP Sohibul yakin menjelaskan, korban diduga depresii usai ayahnya meninggal dunia sejak 3 bulan lalu.

Kisah Pilu Novia Widyasari Rahayu terbongkar bahwa sebelum mengakhiri hidupnya, korban sering curhat pada sebuah aplikasi. Menurut ceritanya, dia diperkosa oleh sang pacar R hingga hamil namun demikian dia disuruh menggugurkan kandungan tersebut.

Korban (NW) tidak terima dan melaporkan hal ini kepada orang tua sang pacar, namun respon yang diberikan membuat dia kecewa. Diketahui, orang tua sang pacar berasal dari keluarga berada dan menuduh orban ingin meminta ganti rugi. Selain itu , mereka juga menyeebut bahwa ini adalah masalah pribadi korban.

Tak hanya tekanan dari keluarga sang pacar, beberapa paman dari korban menyepelekan masalah keponakannya ini dan seakan membentengi keluarga pacar ponakannya. Menurut informasi, korban bukan bunuh diri karena sang ayah melainkan karena psikis dan mentalnya yang telah dihancurkan. Hal tersebut membuat korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

Novia Widyasari Rahayu sendiri sudah mencoba untuk melaporkan hal ini kepada polisi, namun tak ada kemajuan karena keluarga pacarnya adalah orang yang memiliki kekuasaan. Isi curhatan pilunya sontak menjadi ramai diperbincangkan hingga muncul tagar #SAVENOVIAWIDYASARI yang trending di Twitter.

Sebelum meninggal dunia, dia juga sempat menulis pesan di sebuah notes yang dia unggah, korban mengatakan tidak sanggup lagi menjalani kehidupannya. Diketahui bahwa pesan itu ditunjukan kepada ibundanya. 

Perlu diketahui, jika pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks. Pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah.

Dalam kejadian pelecehan seksual biasanya terdiri dari 10 persen kata-kata pelecehan, 10 persen intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80 persen non verbal. Walaupun secara umum wanita sering mendapat sorotan sebagai korban pelecehan seksual, namun pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja. Korban pelecehan seksual bisa jadi adalah laki-laki ataupun perempuan. 

Korban bisa jadi adalah lawan jenis dari pelaku pelecehan ataupun berjenis kelamin yang sama. Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial.

Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk mencatat setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi dan perilaku yang dilakukan yang dianggap tidak menyenangkan. Serta melaporkannya ke pihak yang berwenang.

Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat kejadian ataupun seseorang yang diinformasikan akan kejadian saat hal tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan untuk menunjukkan sikap ketidak-senangan akan perilaku pelecehan.

Jika di luar sana ada yang mengalami pelecehan, yang dapat dilakukan adalah segera melapor pada pihak berwenang dengan menyertakan bukti, mengingat proses pelaporan membutuhkan waktu hal terdekat atau tercepat yang dilakukan adalah mencari pertolongan orang terdekat bila perlu tegur dengan lantang. 

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar