•   May 23
Viral

Ramai Tagar Boikot JNE, yang Dirasa Diskriminasi dan Tidak Toleransi

( words)

Ramai Tagar Boikot JNE, yang Dirasa Diskriminasi dan Tidak Toleransi

Helo.id - Didirikan tahun 1990, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kecepatan dan kehandalan layanan yang konsisten dan bertanggung jawab membuat kredibilitas JNE semakin tinggi di mata pelanggan maupun mitra kerja.

Seiring dengan peningkatan investasi asing, pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan perkembangan teknologi informasi, serta beragam inovasi produk yang dikembangkan, kinerja JNE semakin tumbuh juga berkembang di kalangan dunia usaha maupun masyarakat Indonesia.

Perkembangan dunia usaha dan gaya hidup masyarakat membuat permintaan penanganan kiriman import peka semakin berkembang. Tak hanya mencakup paket kecil dan dokumen, tetapi merambah pada penanganan transportasi, logistik, serta distribusi.

Peluang yang terus tumbuh ini mendorong JNE untuk terus memperluas jaringannya ke seluruh kota besar di Indonesia. Saat ini titik-titik layanan JNE telah mencapai diatas 6,000 lokasi dan masih terus bertambah, dengan jumlah karyawan lebih dari 40,000 orang.

Lebih dari 150 lokasi JNE telah terhubungkan dengan sistem komunikasi on-line, dikawal oleh sistem dan akses situs informasi yang efektif serta efisien bagi konsumen dalam upaya mengetahui status terkini pengiriman paket atau dokumen.

JNE mengedepankan sumber daya manusia sekaligus teknologi sebagai bagian dari pengembangan. Dari mesin X-Ray, GPS, hingga alat komunikasi satelit. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu. Namun akhir-akhir ini, muncul berita yang kurang menngenakan dari JNE.

JNE menjadi pergunjingan di media sosial, mulai dari Facebook hingga Twitter. Warganet menyoroti brosur lowongan kerja dari perusahaan jasa pengiriman dan logistik itu. Lowongan yang dibuka adalah kurir motor di Tamiang Layang. Netizen dibuat heboh oleh persyaratan lamaran kerja tersebut, yaitu diwajibkan beragama Islam. Demikian dilansir detikcom dari brosur yang beredar di media sosial. Netizen banyak yang membagikan tangkapan layar brosur tersebut.

"JNE masih belum bertobat ya ....ini yg di daerah Tamiang Layang, Kalteng," ujar salah satu pengguna Facebook.

Di Twitter ada sejumlah postingan soal kontroversi lowongan kerja JNE yang mendapatkan komentar hingga ratusan, seperti yang di-posting oleh @filosofi***.

"#BoikotJNE," tulisnya di Twitter sambil membagikan tangkapan layar lowongan kerja JNE. Postingannya sudah menerima komentar sebanyak 365 kali, di-retweet 366 kali, dan disukai oleh 1.144 pengguna Twitter.

Banyak pengguna Twitter yang mengangkat tagar tersebut, dan ini bukan kali pertama JNE kena boikot. Pada Desember 2020, tagar #BoikotJNE sampai menjadi trending topic di Twitter. Ajakan tersebut muncul terkait ucapan selamat ulang tahun ke-30 untuk JNE di media sosial dari salah satu tokoh agama.

JNE kemudian melalui akun resmi media sosialnya menyampaikan klarifikasi. Perusahaan menjelaskan iklan lowongan pekerjaan tersebut dari CV. Bangun Banua Lestari. JNE telah mengambil tindakan atas pelanggaran SOP oleh Bangun Banua Lestari dengan memutuskan hubungan kerja sama.

"Kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap SOP dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan, oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," terang JNE.

JNE, dijelaskan perusahaan hadir di Indonesia selama 31 tahun, dan dibangun oleh manajemen dan pegawai yang berasal dari beragam suku bangsa, ras dan agama. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan memegang teguh nilai-nilai perusahaan yang mengutamakan toleransi dan saling menghormati serta menghargai perbedaan.

"Nilai-nilai ini direalisasikan dalam berbagai aspek pada aktifitas JNE, antara lain: kegiatan keagamaan karyawan, apresiasi perjalanan ibadah bagi karyawan dengan masa kerja 10 tahun (Umroh, Holy Land, dan lain-lain), pengiriman gratis Al-Quran & Alkitab bersama Kang Maman Suherman ke berbagai taman bacaan, santunan ke berbagai panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu dan Budha, serta content regular Ibadah Jumat & Minggu di social media," imbuh JNE.

TAG : ViralJNE

Artikel Menarik Lainnya

Komentar