•   December 9
Health

Sering Diolah Menjadi Berbagai Olahan, Sarang Burung Walet Ternyata Mempunyai Beragam Manfaat

( words)

Sering Diolah Menjadi Berbagai Olahan, Sarang Burung Walet Ternyata Mempunyai Beragam Manfaat

Helo.id - Burung walet (Collocalia vestita) merupakan burung dengan sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat. Burung walet hidup di pantai serta daerah permukiman, menghuni gua atau ruang besar, seperti bubungan kosong. 

Burung Walet tidak dapat bertengger karena memiliki kaki yang sangat pendek sehingga sangat jarang berdiri di atas tanah tetapi bisa menempel pada dinding tembok atau atap. Mampu terbang ditempat gelap dengan bantuan Ekolokasi. Bersarang secara berkelompok dengan sarang yang dibuat dari air liur. Sarang ini banyak diperdagangkan orang untuk dibuat sup atau bahan obat-obatan.

Sarang burung walet sudah sejak lama diolah menjadi makanan eksotis dengan harga jual fantastis. Namun, di balik harganya yang selangit, sarang burung walet juga dicari karena dipercaya memiliki beragam kandungan gizi dan manfaat untuk tubuh. 

Sesuai dengan namanya, bahan makanan ini berasal dari sarang burung walet. Sarang burung walet ini bermukim di wilayah Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Awalnya, burung walet membuat sarang dari air liurnya yang dilakukan secara bertahap sampai mengeras dengan sendirinya.

Burung ini biasanya tinggal di dalam gua, tekstur liurnya yang lengket berfungsi merekatkan sarang ke langit-langit atau dinding teratas gua agar tidak mudah jatuh. Menariknya, liur walet bukan sekadar air liur biasa. Liur burung walet terbuat dari protein yang juga tinggi kandungan kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.

Itu sebabnya, sarang burung walet mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh sekaligus memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berdasarkan kandungan nutrisi ini, sarang burung walet dapat menjadi sumber protein, karbohidrat, dan sedikit lemak yang baik.

Sarang walet juga mengandung glikoprotein yang lebih mudah larut serta dilengkapi kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibanding kandungan dalam sup ayam dan ikan. Selain itu, beragam vitamin dan mineral pun melengkapi nutrisi dalam sarang burung walet yang memberikan manfaat tersendiri.

Meski begitu, banyak juga yang memetik manfaatnya dengan mengolah sarang burung walet menjadi makanan penutup. Ilmu pengobatan tradisional Cina percaya bahwa memakan sarang burung walet dapat menangkal penuaan, melawan kanker, hingga meningkatkan konsentrasi. Di samping itu, masih banyak potensi manfaat sarang burung walet lainnya yang sayang untuk dilewatkan, yaitu.

1. Sumber asam amino esensial

Air liur untuk membuat sarang terbuat dari protein khusus yang mengandung berbagai macam asam amino. Asam aspartat dan prolin yang berguna untuk regenerasi sel. Sistein dan fenilalanin untuk meningkatkan kerja memori, kerja impuls saraf, dan kerja penyerapan vitamin D dari sinar matahari.

Tirosin untuk mempercepat pemulihan setelah sakit. Glukosamin untuk membantu proses pemulihan tulang rawan. Beberapa di antaranya kandungan asam amino tersebut tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Itulah kenapa sarang burung walet menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan asam amino karena memiliki sederet manfaat untuk kesehatan

2. Mendukung fungsi organ tubuh

Sarang burung walet juga diperkaya oleh berbagai mineral yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh, di antaranya mangan, tembaga, seng, dan kalsium. Mineral mangan bertugas untuk membantu pertumbuhan tulang, penyembuhan luka, sekaligus melancarkan proses metabolisme karbohidrat, kolesterol, dan asam amino di dalam tubuh.

Sementara tembaga berperan menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Tak lupa ada mineral kromium yang berperan membantu penyerapan nutrisi di usus. Dari kegunaan mineral dalam nutrisinya, sarang burung walet memiliki khasiat untuk mengoptimalkan berbagai fungsi organ di dalam tubuh.

3. Mencegah resistensi insulin

Konsumsi sarang burung walet secara rutin berpotensi mencegah resistensi insulin pada orang-orang yang terbiasa makan makanan berlemak. Resistensi insulin adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk penyakit diabetes.

Kandungan nutrisi dalam sarang walet dapat membantu mencegah otak melepaskan sinyal yang memicu peningkatakn produksi insulin sebagai respon dari asupan lemak berlebih. Sarang walet juga berpotensi memelihara kerja metabolisme tubuh agar lebih efektif dalam memecah lemak.

Meski begitu, penelitian mengenai manfaat sarang burung walet ini baru diuji coba pada hewan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hasil serupa pada manusia.

4. Menurunkan risiko kanker

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Letters In Health and Biological Sciences melaporkan bahwa sarang burung walet termasuk makanan tinggi antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker. Antioksidan adalah senyawa aktif yang bermanfaat untuk melawan efek radikal bebas yakni penyebab berbagai penyakit kronis, salah satunya kanker. Senyawa antioksidan juga dapat memperbaiki kerusakan pada sel-sel sehat di dalam tubuh akibat radikal bebas.

5. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

Manfaat sarang burung walet lainnya adalah membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian pada jurnal Drug Design, Development and Therapy tahun 2015 melaporkan sarang walet berpotensi menurunkan risiko pengentalan darah (hiperkoagulasi) akibat kolesterol tinggi.

Masalah pembekuan darah adalah salah satu penyebab paling umum dari penyakit kardiovaskular. Penelitian tersebut juga menunjukkan menunjukkan sarang walet memiliki efek yang mirip dengan simvastatin (obat penurun kolesterol). Namun, sarang walet tidak menunjukkan kecenderungan dapat memperburuk kerja metabolisme.

6. Meningkatkan daya tahan tubuh selama kemoterapi

Sarang burung walet sudah sejak lama dianggap sebagai makanan peningkat daya tahan tubuh di negara asalnya, Tiongkok (RRC). Nah, penelitian yang dimuat dalam jurnal Drug Design, Development and Therapy tahun 2016 menemukan bahwa sarang walet secara spesifik membantu daya tahan tubuh selama kemoterapi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sarang burung walet rutin selama 30 hari dapat meningkatkan kekebalan imun dalam usus yang melemah akibat kemoterapi. Senyawa dalam liur burung walet juga dilaporkan bermanfaat mengurangi cedera pada jaringan usus yang disebabkan oleh efek samping obat cyclophosphamide, yakni obat kemoterapi.

7. Meredakan peradangan

Gangguan autoimun seperti diabetes, rheumatoid arthritis (rematik), dan penyakit radang usus dikaitkan dengan peningkatan kadar TNF-α (tumor necrosis factor- alpha). TNF-α adalah protein khusus yang memicu terjadinya peradangan sistemik dalam tubuh.

Sebuah penelitian dari Malaysia yang dimuat dalam jurnal International Food Research Journal tahun 2011 melaporkan bahwa konsumsi sarang burung walet rutin efektif membantu mengurangi produksi TNF-α. Kandungan mangan dalam sarang walet juga berfungsi mengaktifkan dan memastikan enzim yang berperan dalam membantu meredakan peradangan bekerja dengan baik.

8. Menyehatkan kulit

Sarang burung walet juga sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik. Hal ini tidak terlepas dari manfaat sarang burung walet untuk kesehatan kulit. Nutrisi pada sarang walet memiliki komponen antipenuaan yang mendukung regenerasi sel-sel di epidermis, yaitu bagian kulit terluar.

Tembaga yang terkandung dalam sarang burung walet juga mengoptimalkan fungsi kekebalan tubuh serta meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh. Kolagen bermanfaat untuk meningkatkan elastisitas kulit dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit.

TAG : Kesehatan

Artikel Menarik Lainnya

Komentar