•   December 9
Viral

Akibat Ikuti Challenge Viral, Seorang Wanita Hampir Kena Penipuan Online

( words)

Akibat Ikuti Challenge Viral, Seorang Wanita Hampir Kena Penipuan Online

Helo.id - Tak dapat dipungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi. Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar.

Penipuan online adalah penggunaan layanan internet atau software dengan akses internet untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban, misalnya dengan mencuri informasi personal, yang bisa memicu pencurian identitas. 

Penipuan online menggunakan metode dan alat yang bervariasi, mulai dari software dan kerentanan pada hampir semua program dan aplikasinya, hingga penipuan phishing dari area tak terduga di berbagai penjuru dunia. Penipuan online terus terjadi hingga saat ini, seperti apa yang terjadi pada berikut ini.

Viral curhat wanita yang mengaku temannya menjadi korban penipuan. Pengakuan ini mendadak jadi sorotan netizen lantaran penipuan terjadi usai dirinya mengikuti sebuah challange di media sosial Instagram. Belakangan, challange menampilkan foto atau menjelaskan hal-hal personal di lini masa Instagram memang sedang ramai. Banyak dari mereka mengikuti challange mengungkap sebutan nama panggilan, hingga lagu favorit masing-masing.

"Pagi tadi temen saya telepon, nangis-nangis habis ditipu katanya. Biasalah, penipu yang telepon minta transfer gitu," ujar Dita Moechtar dalam akun Twitter pribadinya yang sudah dibagikan lebih dari 15 ribu orang.

"Yang bikin temen saya percaya, si penipu manggil dia "pim". "Pim" adalah panggilan kecil teman saya, yang hanya orang dekat yang tau. Terus dia inget dia abis ikutan ini: Variasi panggilan nama kamu,"lanjutnya.

Saat dilansir detikcom, Dita membenarkan jika kejadian tersebut menimpa rekannya pada Selasa (23/11/2021). Sang rekan, berdomisili di Bandung, dan rugi hingga puluhan juta rupiah. Banyak netizen yang merespons keluhan teman Dita, tidak sedikit dari mereka yang bantu mengingatkan untuk tidak ikut-ikutan challange yang bisa membahayakan diri sendiri.

"Hati-hati guys, jangan asal ikut challange, bisa jadi itu celah buat orang jahat yang mau jahatin kalian," komentar @loq***********s.

"Jangan gampang sebar data pribadi," timpal netizen lain.

Kemajuan dunia digital memberikan peluang munculnya penipuan online. Sayangnya, kemajuan teknologi dan juga aktivitas online saat ini dimanfaatkan beberapa oknum untuk melancarkan kejahatan siber. Hampir separuh dari pengguna internet mengalami ancaman keuangan seperti menerima surel mencurigakan yang mengaku dari bank, situs ritel, sampai permintaan data keuangan.

Hal ini harus menjadi perhatian masyarakat. Ada beberapa modus penipuan yang kerap muncul dan menyerang pengguna. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 modus penipuan online yang marak di Indonesia, yaitu.

1. Phishing

Phishing merupakan kejahatan siber yang kerap ditemui oleh masyarakat Indonesia. Kejahatan ini dilakukan oleh oknum dengan menghubungi calon korbannya melalui email, telepon, atau pesan teks dengan mengaku dari lembaga resmi. Selain melalui email dan situs web, phishing juga bisa dilakukan melalui suara (vishing), SMS (smishing) dan juga beberapa teknik lainnya yang terus-menerus akan diperbarui oleh para penjahat dunia maya.

Biasanya oknum-oknum yang melakukan phishing akan menanyakan beberapa data sensitif seperti identitas pribadi, detail perbankan, kartu kredit, dan juga kata sandi. Informasi yang pelaku dapatkan akan digunakan untuk mengakses akun penting yang mengakibatkan pencurian identitas hingga kerugian finansial.

2. Pharming

Kejahatan siber ini bisa dikatakan lebih berbahaya dibandingkan phishing. Saat phishing mengarahkan calon korbannya untuk memberikan data, pharming akan mengarahkan mangsanya ke sebuah situs web palsu sebelum para korban menyadarinya.

Caranya pun bisa dikatakan sangat rumit. Ketika calon korbannya masuk ke dalam website tersebut, secara tak langsung entri DNS yang diklik oleh pengguna akan tersimpan di komputer dalam bentuk cache. Dengan cara ini, sebuah perangkat akan dengan mudah diakses oleh pelaku.

3. Money Mule

Selama pandemi, kejahatan siber ini diprediksi bisa meningkat selama masa pandemi kali ini. Hal ini dikarenakan saat ini banyak orang yang sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan para penjahat money mule untuk melancarkan serangannya.

Dalam prakteknya, oknum money mule akan meminta korbannya untuk menerima sejumlah uang ke rekening untuk nantinya ditransfer ke rekening orang lain. Bahkan, oknum pelaku juga mempersilahkan korbannya untuk menyimpan sebagian uang. Memang menarik, namun pencucian uang ini merupakan bentuk kejahatan.

4. Social Engineering

Kejahatan siber yang satu ini sebenarnya mirip-mirip dengan phishing. Namun, social engineering atau rekayasa sosial akan terlebih dulu memulai suatu obrolan dengan hal-hal umum yang kemudian akan membuat korbannya secara tak sadar memberikan informasi penting.

Dengan menggunakan hubungan sosial, bukan tidak mungkin seorang hacker yang melakukan social engineering dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang diinginkan. Ketidaksadaran seorang korban disebut menjadi kunci dari pelaku untuk mengorek informasi dari korbannya.

5. Sniffing

Sniffing merupakan kejahatan siber yang rumit dan biasanya mengincar data-data pada komputer korbannya. Hampir mirip dengan penyadapan kabel ke jaringan telepon, seorang sniffer akan meretas untuk mengumpulkan informasi secara ilegal lewat jaringan yang ada pada perangkat korbannya.

Biasanya seorang sniffer akan menangkap data melalui jaringan perangkat ketika seseorang mempunyai aplikasi bodong. Aplikasi-aplikasi bodong tersebut akan meminta data-data yang diperlukan dan secara tak langsung telah memberikan info penting si korban penipuan online ini kepada pelaku.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar