•   December 9
Viral

Heboh! Oknum TNI Baku Hantam Dengan Polantas Ambon, Hingga Viral di Media Sosial

( words)

Heboh! Oknum TNI Baku Hantam Dengan Polantas Ambon, Hingga Viral di Media Sosial

Helo.id - Penderitaan hidup manusia selalu diawali dengan kesalahpahaman. Tercukupinya materi ternyata belum tentu damai dan membahagiakan. Pendidikan yang tinggipun tak mampu menepis penderitaan batin seseorang, bahkan mereka yang paham agama sekalipun. 

Dengan penderitaan batin di dalam hati seseorang, maka orang lalu berkonflik dengan orang lain. Keluarga pecah. Anak-anak terlantar. Perang antar negara pun tak kunjung lenyap dari muka bumi. Batin yang menderita mendorong orang untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain maupun benda-benda di sekitarnya. Akar dari semua penderitaan dan kekerasan itu hanya satu, yakni kesalahpahaman.

Filsuf eksistensialis Prancis, Albert Camus, menegaskan, bahwa kesalahpahaman mendorong orang bertindak salah, walaupun niat hatinya baik. Sokrates, salah satu tokoh terpenting di dalam Filsafat Yunani Kuno, juga terkenal dengan ungkapannya : Orang yang paling bijak adalah orang yang sadar, bahwa dirinya tak tahu apa-apa.

Orang yang hidup dalam kesalahpahaman akan selalu menderita, walaupun ia kaya raya, tampan atau cantik. Dan sumber dari kesalahpahaman ini muncul dari cara kita diasuh dari kecil. Nilai-nilai yang kita terima dari keluarga dan masyarakat kita juga menciptakan banyak kesalahpahaman di dalam kepala kita. 

Teladan yang kita terima dari orang tua dan guru kita sejak kecil juga menciptakan kesalahpahaman di dalam pola fikir kita. Makanya, banyak orang begitu sulit untuk lepas dari kesalahpahaman yang mengotori fikiran. Kitapun akhirnya hidup dalam penderitaan terus menerus.

Ada begitu banyak kesalahpahaman di dalam masyarakat kita. Semuanya mengotori fikiran kita, dan membuat kita menderita. Pertama-tama adalah kecenderungan kita untuk mengisi hidup dengan ambisi-ambisi. Kata orang, hidup harus punya ambisi. Bicara mengenai kesalahpahaman, tentunya didunia ini masih sering terjadi, seperti berikut ini.

Viral di media sosial video oknum anggota TNI baku hantam dengan polisi lalu lintas (polantas) di Kota Ambon, Maluku. Kedua oknum yang bertikai itu kini telah berdamai dan saling memaafkan. Dalam video yang viral, tampak anggota TNI yang diketahui merupakan anggota Kodam XVI/ Pattimura terlibat adu jotos dengan anggota polantas di depan Pos Polantas.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa (24/11/2021) lalu, di pinggiran Jalan Rijal, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Anggota polantas yang terlibat adu jotos merupakan personel lantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Setelah kejadian itu, Polisi Militer Kodam XVI/ Pattimura turun tangan melakukan mediasi. Menurut Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhammad Roem Ohoirat, persoalan tersebut sudah diselesaikan dengan antar-oknum anggota sudah saling memaafkan.

"Masalah ini sudah diselesaikan sebagai mana rekan-rekan lihat sendiri bahwa di antara sudah saling salam dan sudah saling memaafkan. Di sini juga ada komandannya langsung kemudian ada Kapolresta sebagai komandan dari teman-teman lalu lintas. Jadi kasus sudah selesai," ucap Kombes Muhammad dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (24/11/2021) malam.

Sementara itu, sanksi terhadap oknum TNI dan polantas itu diserahkan ke instansi masing-masing.

"Terkait disiplin ini kesepakatan pimpinan masing-masing anggota, masing-masing kesatuan memeriksa anggotanya masing-masing apa bila ada yang menyalahi disiplin maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Terkait sebab keduanya baku hantam, Kombes Muhammad mengatakan hanya kesalahpahaman.

"Sedikit kesalahpahaman tadi di lalu lintas terus sekarang sudah selesai. Jadi masalah sudah selesaikan, sudah tidak ada masalah lagi," paparnya.

"Terkait disiplin ada yang salah biarlah masing-masing akan memproses melakukan pemeriksaan dan apa bila ada pelanggaran disiplin maka yang bersangkutan mempertanggungjawabkannya," tukasnya.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar