•   December 9
Viral

Usai Penyerahan Laporan, Kini TPF UNRI Resmi Dibubarkan

( words)

Usai Penyerahan Laporan, Kini TPF UNRI Resmi Dibubarkan

Helo.id - Usai kasus pelecehan sudah dalam tahap penetapan tersangka. Kini Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Aras Mulyadi dibubarkan. TPF dibubarkan setelah mengirim laporan ke Kemendikbudristek.

"TPF sudah selesai bekerja sejak Selasa (16/11) pekan kemarin," ujar Wakil Rektor II Unri Prof Sujianto kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

Sujianto mengatakan TPF dibubarkan setelah pihaknya mengirim rekomendasi terkait temuan kepada Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendibudristek. Rekomendasi TPF adalah membentuk tim investigasi khusus.

"Tak ada lagi TPF setelah kita laporkan ke Irjen untuk rekomendasi membentuk tim investigasi khusus. Sampai sekarang itu belum ada turun karena masih memeriksa di tempat lain. Kami menunggu hasil dari Irjen Kemendikbudristek," tutur Sujianto.

Sujianto mengakui tidak ada rekomendasi khusus soal kasus yang menjerat Syafri Harto. Dia mengaku TPF tidak bisa memberikan rekomendasi apa pun terkait hasil temuan.

"Intinya laporan sudah kami serahkan. Kita menunggu keputusan untuk rekomendasi TPF kemarin. Tidak ada TPF rekomendasi nonaktifkan dekan karena TPF tidak boleh merekomendasi, hanya mencari fakta, data dan melaporkan ke Irjen," ucapnya.

Sebelumnya, TPF telah mengirimkan laporan terkait kasus dugaan Dekan FISIP Unri Syafri Harto menciumi mahasiswi ke Kemendikbudristek. TPF juga mengatakan Rektor Unri telah memberikan rekomendasi terkait perlindungan terhadap korban.

"Pada 16 November 2021, rektor sudah menyampaikan laporan TPF ke Dirjen Dikti Kemendikbudristek. Salah satu laporan dari TPF disampaikan pada tim pemantau untuk menyampaikan kepada Irjen agar membentuk tim investigasi khusus dari Irjen," papar juru bicara TPF Unri, Prof Sujianto, kepada wartawan, Jumat (19/11).

TPF, katanya, melakukan koordinasi secara intens dengan Kemendikbudristek. Dia mengatakan Rektor Unri menunggu arahan terkait kasus tersebut.

"Khusus untuk perlindungan korban, TPF melalui surat yang dikeluarkan Selasa (16/11) sudah merekomendasikan kepada rektor untuk tim pendampingan terhadap dugaan korban kekerasan seksual," tukas Sujianto.

Syafri Harto sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap mahasiswi. Meski demikian, dia membantah melakukan perbuatan cabul terhadap mahasiswi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, tentang civitas akademika Universitas Riau gempar setelah seorang mahasiswi membuat pengakuan mendapat pelecehan seksual ketika bimbingan proposal skripsi. Video ini beredar luas melalui pesan Whatsapp setelah diunggah oleh akun Instagram @komahi_ur.

Dalam video berdurasi 13 menit 26 detik itu, mahasiswi tersebut mengaku mengambil jurusan Hubungan Internasional Universitas Riau angkatan 2018. Wajahnya memang tak jelas karena disamarkan oleh akun tersebut. Video ini berjudul 'SEXUAL IN HI FISIP" tersebut. Akun instagram @komahi_ur mengunggah videonya pada Kamis siang, 4 November 2021.

Tak tanggung-tanggung, mahasiswi ini menyebut terduga pelaku pelecehan seksual merupakan seorang dekan inisial S. Belakangan diketahui menjabat dekan di Fisipo Universitas Riau. Dalam pengakuannya, mahasiswi ini mengaku mendapat pelecehan seksual terjadi pada Rabu, 27 Oktober 2021. Lokasinya berada di sebuah ruangan di kampus saat melakukan proposal bimbingan skripsi.

Sementara itu, S beberapa kali ditelepon tidak menjawab meskipun ada tanda panggilan masuk. Dua nomor teleponnya yang diperoleh wartawan tidak memberikan jawaban. Begitu juga dengan upaya konfirmasi melalui pesan di Whatsapp. Pesan konfirmasi ke dua nomor Whatsapp tidak mendapatkan jawaban meskipun status S di layar telepon sedang online. Kembali ke video, mengawali postingannya, akun @komahi_ur menuliskan narasi pengantarnya:

"Baru beberapa hari setelah Permendikbud nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi ditetapkan, salah seorang teman kami justru dilecehkan secara seksual. Kejadian ini membuat kami marah, geram dan harus mendampingi korban/penyintas, seorang Mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Fisip UNRI," tulis akun @komahi_ur.

Video ini, lanjutnya, berisikan pengakuan langsung dari korban, kronologi kejadian, identitas pelaku dan perlakuan yang diterima korban usai kejadian.

"Identitas dari korban harus kami rahasiakan demi kepentingan keamanan korban. Saat ini, korban masih merasa trauma secara mental dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak," tulis akun tersebut.

"Biarkan dunia menyaksikan dan mendengar, tindak pelecehan seksual di lingkungan kampus sangatlah nyata!"lanjutnya.

Korban mengaku perbuatan tak senonoh itu terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban menghadap dekan dalam rangka bimbingan proposal skripsi. Saat itu, hanya mereka berdua di ruangan. Mengawali proses bimbingan, kata korban, dosen S malah bertanya bukan seputar proposal skripsi, namun terkait kehidupan pribadi. Bahkan si dosen, katanya, mengucapkan 'i love you' kepada korban.

"Ketika saya ingin berpamitan, beliau langsung menggenggam kedua bahu saya, mendekatkan badannya kepada diri saya. Langsung beliau menggengam kepala saya dengan kedua tangannya. Setelah itu dia mencium pipi sebelah kiri saya dan mencium kening saya," ujar korban.

"Saya sangat merasa ketakutan dan saya langsung menundukkan kepala saya. Namun bapak SH (menyebut namanya) segera mendongakkan kepala saya dan dia berkata 'Mana Bibir..? Mana Bibir..?', sambung korban.

Kejadian itu, kata korban, membuat dirinya sangat terasa terhina dan terkejut. 

"Badan saya merasa ketakutan. Namun ketika saya mendorong dan dia mengatakan 'Ya udah kalau tidak mau," lanjut korban.

Korban pun langsung buru-buru meninggalkan ruangan dekan dan meninggalkan kampus dengan keadaan yang sangat bergetar, ketakutan, sangat merasa dilecehkan. 

 
 

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar