•   January 27
Viral

Salut! Kisah Perjuangan Seorang Gadis Sembuh Dari Kanker Getah Bening, Usai Jalani 12 Kemoterapi

( words)

Salut! Kisah Perjuangan Seorang Gadis Sembuh Dari Kanker Getah Bening, Usai Jalani 12 Kemoterapi

Helo.id - Kanker getah bening adalah kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. Penyebab kanker getah bening masih belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Sistem limfatik memiliki peran penting dalam melawan bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi pada tubuh. Sama seperti organ-organ lain di dalam tubuh, sistem limfatik juga dapat terserang penyakit. Salah satu penyakit yang dapat menyerang sistem getah bening ini adalah kanker getah bening.

Kanker getah bening disebut juga dengan limfoma. Secara umum, ada 2 jenis limfoma yang paling sering ditemukan, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan kedua jenis limfoma ini terdapat pada tipe sel getah bening (limfosit) yang berkembang menjadi ganas. Namun kanker ganas tersebut berhasil dikalahkan oleh seorang gadis muda berikut ini.

Nanda Fatonah yang berusia 23 tahun, di Sukabumi baru saja merayakan kebahagiaannya karena berhasil sembuh dari classical hodgkin lymphoma atau kanker kelenjar getah bening. Penyakit ini dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, amandel, limpa, timus, usus buntu, dan sumsum tulang.

"Ya Allah gemeteran Ya Allah Alhamdulilah aku sembuh dari kanker," tulis Nanda dalam akun Twitter @mockeeyyy, Jumat (22/10/2021).

"Setelah 9 bulan aku berjuang melawan kanker, menjalani 12 kali kemoterapi itu sulit buat aku, sering banget merasa pengen nyerah aja. Tapi siapa sangka kalau Allah itu maha besar, enggak ada yang enggak mungkin selama aku mau berjuang dan Alhamdulillah Allah kabul doaku untuk sembuh," imbuhnya.

Saat dilansir detikcom, Sabtu (23/10/2021), Nanda mengaku divoniskanker pada Februari 2021. Sebelumnya, dia melakukan biopsi pada 10 Januari 2021 karena memiliki gejala benjolan di sikut kiri dan di ketiak kiri.

"Gejala pertama pada 1 Januari 2021 muncul benjolan di sikut kiri, sakit sekali rasanya. Besoknya muncul kembali benjolan di ketiak kiri. Ibu saya dengan sigap merujuk saya ke poli bedah umum untuk dilakukan biopsi," jelasnya.

Tidak diketahui pasti penyebab Nanda mengidap kanker. Namun, dokter mengatakan kanker dapat muncul karena faktor keturunan.

"Tapi saya enggak ada faktor keturunan, jadi muncul dengan sendirinya. Sebelumnya, pola hidup saya memang tidak sehat, konsumsi mie instan setiap hari. Sedangkan, saya juga penderita gerd dan sempat alami anxiety disorder juga," papar Nanda.

Meski banyak yang menyarankan untuk menjalani perawatan herbal, tetapi dia lebih memilih kemoterapi sebagai terapi penyembuhan. Dia mengaku menjalani kemoterapi sebanyak 12 kali selama kurang lebih enam bulan. Hal ini dibarengi dengan konsumsi makanan yang sehat dan olahraga secara teratur.

Sebagai pengidap anxiety disorder, hampir setiap hari Nanda diselimuti rasa takut dan khawatir, terutama menjelang kemoterapi. Tidak mudah untuk dia yang harus menjalani kemoterapi.

"Sakit sekali sekali, sudah bukan hal yang tabu kalau setiap kemo saya selalu nangis. Tapi luar biasanya selalu ada orang-orang yang hebat di samping saya, dukungan yang luar biasa dari suster,"ujarnya.

Setelah divonis kanker, dia baru menyadari jika kesehatan adalah nikmat yang sangat luar biasa dari Tuhan. Nanda mengingatkan kepada semua orang untuk selalu merasa bersyukur dan bahagia.

"Banyak sekali orang di luar sana yang sedang berjuang untuk dapat terus menjalani hidup bersama orang-orang yang disayangi. Saya pernah dengar dari salah satu pasien kanker yang sembuh bahwa enggak peduli sebagus apapun obat kanker kalau kitanya enggak bahagia percuma. Intinya jangan lupa bersyukur, berdoa, dan bahagia selalu," pungkas Nanda.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar