•   October 24
Viral

Tawaran Damai Dianggap Sangat Merugikan Bagi Pegawai KPI, yang Menjadi Korban Pelecehan

( words)

Tawaran Damai Dianggap Sangat Merugikan Bagi Pegawai KPI, yang Menjadi Korban Pelecehan

Helo.id - Usai diduga mengalami banyak tekanan dari berbagai pihak, untuk mengambil jalur damai. Kini Ketua Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena (FLP) Yeni Mulati menegaskan kasus perundungan dan pelecehan yang terjadi pada staf di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat oleh rekan kerjanya harus diproses polisi sesuai dengan prosedur hukum.

"Kepolisian [harus] terus memproses kasus MS, agar berjalan sesuai koridor hukum, hingga MS mendapat keadilan," ujar Yeni melalui rilis yang dikeluarkan pada Senin (11/10).

Yeni mengungkapkan bahwa masih terdapat intervensi dalam penyelesaian kasus ini oleh berbagai pihak seperti berusaha mempertemukan korban dengan pelaku yang berpotensi melemahkan proses hukum.

"[Kami] meminta kepada pihak-pihak lain untuk tidak melakukan intervensi, seperti mempertemukan MS dengan pelaku dan memberikan penawaran damai tetapi dengan poin-poin yang merugikan MS," papar Yeni.

Kasus perundungan dan pelecehan yang dialami MS sebelumnya disebutkan telah berlangsung menahun sejak 2012. MS pun mengaku telah dua kali berupaya melaporkan perundungan dan pelecehan tersebut kepada kepolisian. Setelah viral di sosial media September lalu, kasus tersebut diusut kepolisian. 

Saat ini, MS juga telah melaporkan kasus tersebut kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Ia juga didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Komnas HAM pun disebut akan mendatangi kediaman MS, korban pelecehan seksual dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Selasa (11/10).

Kuasa Hukum MS, Muhammad Mualimin mengatakan Komas HAM akan mengirim dua orang ke rumah MS guna meminta keterangan dan bukti tambahan terkait pelecehan seksual yang menimpanya.

"Besok Selasa, 12 Oktober 2021, sekitar pukul 13.00 WIB, Komnas HAM bakal mengirim 2 petugas ke rumah MS di Jakarta Barat," ucap Mualimin melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/10).

"Sejauh informasi yang kami peroleh, agenda Komnas HAM ke rumah MS adalah untuk pendalaman keterangan dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Mualimin dan MS akan memberikan fakta dan data terbaru ihwal kasus pelecehan seksual.

Diberitakan sebelumnya, tentang seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menceritakan kisahnya dalam sebuah surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo dan tangkapan layarnya viral di media sosial Twitter, Rabu (1/9/2021). Twit yang viral itu dibuat oleh akun @mediteraniaq pada Rabu (1/9/2021).

Hingga Kamis (2/9/2021) unggahan tersebut telah disukai lebih dari 45.300, dibagikan ulang lebih dari 33.200 kali, dan dikomentari lebih dari 2.100 kali. Salah satu pernyataan korban adalah sebagai berikut.

"Tolong Pak Joko Widodo, saya tak kuat dirundung dan dolecehkan di KPI, saya trauma buah zakar dicoret spidol oleh mereka."tulisnya.

Korban menceritakan dirinya dirundung atau di-bully selama sekitar 2 tahun, antara 2012-2014. Yang bersangkutan mulai bekerja di KPI Pusat sejak 2011. Dikatakan bahwa pelecehan, pemukulan, dan lainnya tidak terhitung jumlahnya. Korban adalah seorang laki-laki dan para pelaku lebih dari satu orang dan berjenis kelamin laki-laki juga. 

Puncaknya ketika 2015, saat itu korban dilecehkan ramai-ramai dan menyebabkan korban trauma hingga jatuh sakit. Mirisnya, laporannya pada 2019 diremehkan oleh Polsek Gambir. Polisi mengatakan masalah yang dialaminya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dengan melapor ke atasannya. Hal itu hanya membuatnya dipindahkan ke ruangan lain yang dianggap lebih aman.

"Mereka bersama-sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama-sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," tutur MSA dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9).

Dalam rilisnya, MSA juga mengaku aksi pelecehan yang terjadi berulang itu membuatnya trauma dan kehilangan kestabilan emosi dan sampai mengubah pola mental, stres dan merasa hina. Akibatnya, ia sering jatuh sakit dan mengalami hipersekresi cairan Lambung akibat trauma dan stres.

Perlu diketahui, jika pelecehan didefinisikan sebagai suatu pola perilaku menyerang, yang tampak bertujuan tidak baik terhadap orang yang menjadi sasarannya, biasanya (tapi tidak selalu) dengan tujuan untuk mengancam atau mengintimidasi target utamanya. Tujuan tindakan ini adalah untuk membuat target menjadi tidak nyaman, merendahkan, menakut-nakuti, atau bahkan membuat mereka kecil hati hingga akhirnya sama sekali tidak mau menyunting.

Sebelumnya juga, Kasus pelecehan terhadap pegawai KPI yang kembali viral, dikarenakan beredarnya info baru yang mengejutkan. Ketua Tim Kuasa Hukum korban pelecehan dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau MS, Mehbob, membenarkan soal kliennya yang diajak berdamai dan mencabut laporan hukumnya. 

Mehbob menyebut, MS dipanggil oleh KPI pada Selasa (7/9/2021) lalu. Kala itu, MS dipanggil selama dua hari berturut-turut dan tidak boleh didampingi kuasa hukumnya dengan alasan masalah internal.

"Kami mengizinkan MS untuk menghadiri undangan KPI dan kami sudah berikan edukasi agar tidak mengambil suatu keputusan tanpa adanya koordinasi dengan kami sebagai tim hukum," ujar Mehbob, dilansir dari tayangan Youtube tvOne, Sabtu (11/9/2021).

Kemudian, Mehbob pun menceritakan kronologi lengkap saat MS diajak untuk berdamai dan mencabut laporannya. Awalnya, pada Selasa (7/9/2021), MS pertama kali hadir ke KPI dengan didampingi orang tuanya. Di hari berikutnya, Rabu (8/9/2021), MS mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan BAP dan memberikan keterangan awal.

Setelah selesai, MS mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengajukan permohonan perlindungan atas dirinya. Kemudian, setelah selesai dari LPSK, tiba-tiba MS mendapat telepon dari salah satu Komisioner KPI yang memintanya untuk segera datang ke kantor.

"Setelah selesai dari LPSK, dalam perjalanan pulang, salah satu Komisioner KPI menghubungi MS agar secepatnya datang ke KPI. Kemudian MS langsung meluncur kesana sendirian," ucap Mehbob.

Sesampainya di KPI, MS diminta masuk ke suatu ruangan. Namun, di ruangan tersebut tidak ada anggota Komisioner KPI yang menghubunginya untuk segera datang. Di ruangan tersebut justru terdapat terduga pelaku yang melakukan pelecehan kepadanya dan beberapa staf KPI. Kemudian, lanjut Mehbob, di ruang itu MS diajak berdamai dengan mencabut laporan hukum atas kasus pelecehan dan perundungan yang dialaminya.

"Disitu hanya ada terlapor dan beberapa staf dari KPI, kemudian terlapor sudah menyodorkan perdamian yang mana isinya sangat sepihak. Seolah-olah kejadian itu tidak ada dan MS harus mencabut laporan termasuk MS mengklarifikasi di media masa," tutur Mehbob.

Merasa diajak damai secara sepihak, MS pun kaget dan langsung keluar dari ruangan.

"Itu yang MS kaget dan syok hingga tidak mau menandatangani itu, kemudian meninggalkan ruangan," kata Mehbob.

Mehbob pun menegaskan, kliennya tidak akan pernah mencabut laporan dan berusaha semaksimal mungkin agar kasusnya dapat berlanjut ke pengadilan.

"Klien kami sampai sekarang tidak pernah mencabut laporan dan proses ini akan kami tindaklanjuti agar sampai ke meja hijau," papar Mehbob.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar