•   October 24
Viral

Usai Jalani Sidang, Kini Walikota Malang Didenda Sebesar Rp 25 Juta

( words)

Usai Jalani Sidang, Kini Walikota Malang Didenda Sebesar Rp 25 Juta

Helo.id - Wali Kota Malang Sutiaji akhirnya menjalani sidang pelanggaran PPKM Level 3 di PN Kepanjen. Hakim tunggal memvonis Sutiaji denda sebesar Rp 25 juta atau pidana kurungan selama 20 hari. Sidang kasus tindak pidana ringan ini juga menghadirkan dua terdakwa lainnya.

Sidang kasus Tipiring digelar di ruang Garuda PN Kepanjen, Selasa (12/10/2021) itu menghadirkan tiga orang terdakwa yakni Wali Kota Malang Sutiaji, Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso dan Kabag Umum Pemkot Malang Arif Tri Sastyawan. Hakim tunggal Farid Zuhri menjatuhkan vonis kurungan penjara 15 hari atau denda sebanyak Rp 25 juta.

Tiga terdakwa dinyatakan bersalah atau melanggar PPKM Level 3 serta Peraturan Gubernur Jawa Timur tentang penanganan virus akibat pandemi di masa PPKM. Dalam kasus ini Sutiaji dinyatakan melanggar Pasal 49 ayat 4. Sanksi pidana pada ayat 4 ini berupa pidana kurungan tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

"Untuk tindak pidana ringan, tidak ada tuntutan. Kalau di aturannya denda maksimal Rp 50 juta. Barusan tadi sidang putusan," ujar hakim tunggal Farid Zuhri kepada wartawan usai persidangan.

Diberitakan sebelumnya, tentang rombongan Wali Kota Malang Sutiaji, yang nekat masuk tempat wisata pantai di Kabupaten Malang, Minggu (19/9/2021), menjadi gunjingan warganet di media sosial. Meski wisata pantai ditutup selama PPKM Level 3, rombongan Wali kota berjumlah 50 orang itu nekat gowes dan masuk ke pantai.

Informasi dilansir beritajatim.com, hal itu terjadi pada Minggu (19/9/2021) pukul 10.00 WIB di Pantai Kondang Merak yang masuk Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Rombongan pejabat pemerintah Kota Malang sebanyak kurang lebih 50 orang yang datang naik sepeda ini antara lain Wali Kota Malang Sutiaji bersama isteri, Sekda Kota Malang Erik Setianto.

Rombongan ini naik mobil pelat merah milik Dinas Satpol PP Kota Malang N. 8545 AP, kendaraan Dinas Satpol PP Kota Malang N 8057 AP, kendaraan Dishub Kota Malang N 8050 BP, serta 4 unit mobil dinas jenis Avansa No Pol. N 99 AP, N 1101 AP, N 1454 AP, N 92 BP. Ikut pula rombongan 1 unit kendaraan ambulance, N 8524 AP.

Kemudian dua unit mobil Pick Up No Pol Dinas N. 8645 AP, dan N 8637 AP. Selanjutnya, tiga unit Mobil Pikap pribadi N 8518 BS, N 8731 EH. Satu unit mobil H.I.C warna putih milik Dinas Pemkot Malang N 7263 BP, satu unit Mobil Elf Dinas Pemkot Malang untuk mengangkut Konsumsi N 7060 AP, serta 7 unit mobil pribadi plus kendaraan Wali Kota Malang, Sutiaji jenis Mitshubishi Pajero N 1330 BS.

Rombongan tersebut diketahui berangkat gowes dari rumah dinas Wali Kota Malang menuju Pantai Kondang Merak. Namun, sampai lokasi, rombongan gowes para pejabat ini sempat dihentikan ketika akan masuk lokasi oleh petugas gabungan.

Mengingat, Pantai Wisata Kondang Merak dan Banyu Meneng serta sepanjang pantai wisata se-wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, belum dibuka bagi pengunjung alias ditutup total karena masih PPKM Level 3 untuk Aglomerasi Malang Raya.

Penutupan tempat wisata pantai itu sesuai dengan Instruksi Mendagri 42/2021 dan Surat Keputusan Bupati Malang. Tetapi, rombongan Wali Kota tetap memaksa masuk. Mereka istirahat dan makan siang di Pantai Kondang Merak, Bantur dilanjutkan foto bersama rombongan wali kota, Sekda dan jajaran OPD Pemkot Malang.

Sekitar pukul 12.15 WIB, rombongan Walikota kemudian meninggalkan areal Pantai Wisata Kondang Merak. Kegiatan gowes Wali Kota Malang bersama rombongan ini, diduga tidak ada surat resmi pemberitahuan maupun koordinasi dengan Muspika Bantur dan juga pihak pengelola pantai wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang.

Dalam video yang terekam, sempat terjadi perdebatan saat rombongan Wali Kota Malang, tidak diperbolehkan masuk pantai wisata Balekambang oleh petugas gabungan dari Polsek Bantur. Diduga, karena tidak bisa masuk Pantai Balekambang, rombongan Walikota Malang pun menuju Pantai Kondang Merak yang selama ini, jadi wewenang Perhutani.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Baralangi menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini. 

“Iya, benar. Kami masih lidik,”ujar Donny, Minggu (19/9/2021) malam saat dilansir beritajatim.com.

"Donny belum bisa memberikan keterangan lebih dalam karena masih harus melakukan penyelidikan. “Malam ini kami masih rapat mas,” imbuh Donny.

Sementara itu, Direktur PD Jasa Yasa yang membawahi Pantai Balekambang, Husnul Hakim Syadad menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan rombongan gowes Walikota Malang nekat masuk wisata Pantai. Pasalnya, sejauh ini pihak PD Jasa Yasa tidak berani membuka wisata pantai sebelum ada surat edaran baik dari Bupati Malang ataupun instruksi dari Mendagri.

“Dengan kejadian ini, kami khawatir justru akan berdampak tidak dibukanya wisata pantai oleh pemerintah pusat. Karena sejauh ini, pantai yang ada di pesisir Malang Selatan memang tertutup bagi siapapun termasuk wisatawan,” papar Husnul.

Husnul mengaku, untuk membuka tempat wisata pantai, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat dan surat edaran dari Bupati. 

“Seharusnya rombongan Walikota Malang ini tidak memaksakan masuk lokasi wisata. Apalagi masih dalam tahap PPKM Level 3 dan belum ada instruksi wisata boleh dibuka. Kalau seperti ini kami khawatir penutupan akan semakin lama lagi,” ucapnya.

Husnul menerangkan, PD Jasa Yasa yang membawahi sejumlah pantai di Kabupaten Malang sudah tidak bisa berbuat banyak. 

“Bayangin saja, kami ini sudah tutup sejak PPKM diberlakukan. Lebih dari tiga bulan tutup. Tiba-tiba ada kejadian ini, kami kecewa lah. Seharusnya rombongan gowes yang terdiri dari para pejabat ini paham aturan dan keadaan,” tutur Husnul kesal.

Masih kata Husnul, rombongan gowes Wali Kota Malang itu sempat dihentikan petugas yang memang menjaga di kawasan Jalur Lingkar Selatan menuju pantai Kondang Merak. 

“Kalau Balekambang memang kita pasang portal. Kita gembok. Rombongan Walikota Malang kemudian belok kanan menuju Kondang Merak itu. Harusnya semua patuh. Toh ini masih PPKM Level 3. Belum ada wisata pantai yang dibuka,” tukas Husnul. 

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar