•   December 9
Viral

Sering Pusing dan Alami Mati Rasa, Seorang Wanita Idap Malformasi Arteri-Vena

( words)

Sering Pusing dan Alami Mati Rasa, Seorang Wanita Idap Malformasi Arteri-Vena

Helo.id - Malformasi arteri vena adalah kondisi di mana arteri dan vena terhubung secara langsung tanpa melalui kapiler, sehingga menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah tubuh. Gejala penyakit tersebut seringkali disalah artikan hingga disepelekan. Seperti apa yang terjadi pada seorang wanita berikut ini.

Meyza Chaniago yang berusia 19 tahun, wanita asal Jakarta ini menceritakan awal mula dirinya mengidap malformasi arteri-vena (AVM). Berawal dari sering sakit kepala selama beberapa tahun, ia kemudian dinyatakan dokter mengidap penyakit tersebut. Saat dilansir detikcom, ia mengungkapkan mulai sering sakit kepala dan pusing saat SMP kelas 7 pada 2015. 

Sakit kepala yang ia rasakan seperti ditusuk-tusuk. Gejala lain yang dirasakan adalah sebagian tubuhnya mengalami mati rasa secara tiba-tiba hingga tidak dapat digerakkan.

"Sebagian tubuh aku seperti kaki kanan dan tangan kanan suka tiba-tiba mati rasa. Aku juga tiba-tiba suka lupa bentuk huruf A sampai Z. Tapi nanti hilang 30 menit kemudian setelah minum obat," ujar Meyza, pada Selasa (12/10/2021).

Dalam akun TikToknya @cashews.ss yang telah dilihat lebih dari 183 ribu kali dan disukai lebih dari 17 ribu orang, Meyza mengira sakit kepala yang sering dialaminya itu adalah hal yang biasa akibat kelelahan. Oleh karenanya, ia hanya meminum obat biasa yang dijual di warung ketika kambuh.

@cashews.ss♬ suara asli - dubu or cher - dubu.cher

"Setelah masuk SMA itu pusing dan sakit kepalanya makin jadi. Terus lemas setengah badan, kayak stroke tapi setengah. Jadi kaki aku lemes nggak bisa jalan, tangan aku lemas mati rasa sebelah. Akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter," paparnya.
.

Ia mengatakan mulai mengunjungi dokter saat SMA kelas 11 pada September 2018. Saat itu, ia melakukan pemeriksaan Computerized Tomography scan (CT scan) dan Elektroensefalogram (EEG).

"Hasil CT scan bagus, tapi di EEG itu ada ketidakseimbangan di otak. Akhirnya aku didiagnosa sama dokter pertama itu epilepsi. Selama dua tahun itu aku minum obat epilepsi tapi nggak ada perkembangan sama sekali, malah makin jadi," terang Meyza.

Ia lalu memutuskan untuk periksa ke dokter lain di tahun 2021 dan langsung melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI), hasilnya terlihat adanya pembuluh darah abnormal. Penyakit AVM ini membuat Meyza harus mematuhi beberapa pantangan seperti mengurangi konsumsi makanan cepat saji, tidak boleh kelelahan, stres, dan banyak berpikir.

"Ini untuk mencegah pecahnya pembuluh darah karena punya aku sudah besar pembengkakan pembuluh darahnya," tukasnya.

Saat ini, Meyza masih dalam proses pengobatan dan rutin kontrol ke dokter.

Perlu diketahui, jika Malformasi arteri vena adalah kondisi di mana terjadi pertumbuhan yang tidak normal pada pembuluh darah arteri dan vena. Pada dasarnya sistem peredaran darah di tubuh memiliki 3 pembuluh darah, yakni arteri, vena, dan kapiler. 

Arteri berperan sebagai penyuplai oksigen dari jantung ke sel tubuh, vena berperan mengembalikan oksigen dari sel tubuh ke jantung dan paru, serta kapiler adalah pembuluh darah terkecil yang menghubungkan arteri dan vena, sekaligus menjadi tempat pertukaran pasokan oksigen ke sel tubuh. 

Ketika seseorang menderita malformasi arteri vena, arteri dan vena orang tersebut terhubung secara langsung tanpa melalui kapiler. Kondisi itu kemudian menimbulkan gangguan pada sistem peredaran darah di tubuh dan berpotensi menyebabkan kematian.

Terhubungnya arteri dan vena secara langsung menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah. Pada kasus tertentu, kondisi ini tidak menimbulkan gejala sebelum arteri dan vena yang saling terhubung itu rusak atau pecah. Pecahnya arteri dan vena yang terhubung ini mengakibatkan perdarahan. 

Ketika terjadi perdarahan, gejala yang muncul dapat berbeda, tergantung lokasi perdarahan itu sendiri. Apabila perdarahan terjadi di otak, kondisi itu biasanya ditandai dengan munculnya sakit kepala yang sangat berat dan terjadi secara tiba-tiba. Gejala yang muncul pada penderita malformasi arteri vena itu sendiri pun dapat berbeda, tergantung lokasi malformasi arteri vena, ukurannya, dan besar pembuluh darah.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar