•   October 24
Viral

Miris! Seorang Suami Gugat Cerai Istrinya, Setelah 1 Jam Menikah

( words)

Miris! Seorang Suami Gugat Cerai Istrinya, Setelah 1 Jam Menikah

Helo.id - Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. 

Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu. Dan tentunya setiap pasangan ingin pernikahan mereka langgeng hinggat maut memisahkan. Namun tak demikian dengan pasangan yang satu ini. Baru satu jam menikah, pasangan muda asal Provinsi Yunnan, China ini sudah memutuskan untuk bercerai.

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Perceraian merupakan terputusnya hubungan antara suami istri, disebabkan oleh kegagalan suami atau istri dalam menjalankan obligasi peran masing-masing. Perceraian dipahami sebagai akhir dari ketidakstabilan perkawinan antara suami istri yang kemudian hidup terpisah dan diakui secara sah berdasarkan hukum yang berlaku.

Terdapat beberapa faktor utama yang biasa menjadi penyebab perceraian, yakni faktor ketidakharmonisan, tidak ada tanggung jawab, faktor ekonomi, faktor moral. Selain beberapa faktor tersebut ada faktor-faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya perceraian seperti cemburu, krisis, poligami tidak sehat, dipenjara, kawin paksa, penganiayaan (kekerasan dalam rumah tangga), dan cacat biologis, seringkali juga muncul sebagai penyebab perceraian.

Seperti dilansir dari Global Times, sang pria merupakan seorang mahasiswa, sedangkan wanitanya seorang perawat. Gugatan cerai sendiri pertama kali diajukan oleh sang suami sesaat setelah keduanya menikah. Sang pria mengklaim bahwa dirinya sebelumnya pernikahan sebenarnya sudah putus dengan pasangannya itu. Namun sang wanita tak terima dan terus menghujaninya dengan mengirimkan pesan teks yang melecehkan pria tersebut. 

Pesan-pesan teks itu yang memicu sang pria untuk membuat keputusan yang tergesa-gesa tanpa berpikir panjang. Di sisi lain, sang wanita menuntut uang ganti rugi sebesar Rp 662 juta dari suaminya. Dia menuduh suaminya itu sengaja menghianati pernikahan mereka.

Keduanya kemudian sama-sama mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Pihak pengadilan sendiri menyebut bahwa sang suami gagal membuktikan bahwa hubungan keduanya telah hancur, sehingga pihak pengadilan pun tidak mengabulkan permohonan cerai mereka.

Insiden tersebut kemudian memicu kontroversi di antara para warganet. Salah seorang netizen memberikan komentar di platform media sosial China, Weibo dan mengatakan bahwa pernikahan harusnya dihormati, bukan diperlakukan seperti permainan.

Perlu diketahui, jika akibat perceraian adalah suami-istri hidup sendiri-sendiri, suami atau istri dapat bebas menikah lagi dengan orang lain. Perceraian membawa konsekuensi yuridis yang berhubungan dengan status suami, istri dan anak serta terhadap harta kekayaannya. 

Dengan adanya perceraian akan menghilangkan harapan untuk mempunyai keturunan yang dapat dipertanggungjawabkan perkembangan masa depannya. Perceraian mengakibatkan kesepian dalam hidup, karena kehilangan pasangan hidup, karena setiap orang tentunya mempunyai cita-cita supaya mendapatkan pasangan hidup yang abadi. 

Jika pasangan yang diharapkan itu hilang akan menimbulkan kegoncangan, seakan-akan hidup tidak bermanfaat lagi, karena tiada tempat untuk mencurahkan dan mengadu masalah-masalah untuk dipecahkan bersama. Jika kesepian ini tidak segera diatasi aakan menimbulkan tekanan batin, merasa rendah diri, dan merasa tidak mempunyai harga diri lagi.

Apabila terjadi perceraian maka perikatan menjadi putus, dan kemudian dapat diadakan pembagian kekayaan perikatan tersebut. Jika ada perjanjian perkawinan pembagian ini harus dilakukan menurut perjanjian tersebut. Dalam suatu perceraian dapat berakibat terhadap harta kekayaan yaitu harta bawaan dan harta perolehan serta harta bersama. 

Untuk harta bawaan dan harta perolehan tidak menimbulkan masalah, karena harta tersebut tetap dikuasai dan adalah hak masing-masing pihak. Apabila terjadi penyatuan harta karena perjanjian, penyelesaiannya juga disesuaikan dengan ketentuan perjanjian dan kepatutan.

Perceraian dipandang dari segi kepentingan anak yaitu keluarga bagi anak-anaknya merupakan tempat perlindungan yang aman, karena ada ibu dan bapak, mendapat kasih sayang, perhatian, pengharapan, dan Iain-Iain. Jika dalam suatu keluarga yang aman ini terjadi perceraian, anak-anak akan kehilangan tempat kehidupan yang aman, yang dapat berakibat menghambat pertumbuhan hidupnya baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Akibat lain telah adanya kegoncangan jiwa yang besar, yang langsung dirasakan oleh anak-anaknya meskipun anak-anak ini dijamin kehidupannya dengan pelayanan yang baik oleh kerabat-kerabat terpilih. Akan tetapi, kasih sayang ibunya sendiri dan bapaknya sendiri akan berbeda dan gantinya tidak akan memberikan kepuasan kepadanya.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar