•   October 24
Viral

Usai Viral dan Banyak Dipertanyakan Membuat Polda, Berikan Keterangan Terkait Pemberhentian Pengendara Hingga Terjatuh

( words)

Usai Viral dan Banyak Dipertanyakan Membuat Polda, Berikan Keterangan Terkait Pemberhentian Pengendara Hingga Terjatuh

Helo.id - Viralnya sebuah video pemotor yang jatuh, saat dihentikan paksa oleh polisi di Semarang, Jawa Tengah, di media sosial. Membuat Polda Jateng menegaskan polisi meminta keterangan dari kedua pihak. Polda menegaskan motor jatuh bukan karena didorong oleh petugas. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy, mengatakan Bripka Amir selaku petugas dan Faizal Nugroho selaku pengendara motor sudah saling memaafkan.

"Namun pelanggaran yang dilakukan pengendara tetap dikenai penilangan, karena sepeda motor yang dikendarai tidak dilengkapi spion dan tidak ada pelat nomornya. Knalpotnya juga brong. Bukan knalpot standar pabrik," ujar Iqbal kepada wartawan dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Ia menjelaskan peristiwa pengendara jatuh saat ditindak itu terjadi di traffic light Jalan Pemuda Kota Semarang, Senin 13 September 2021 sekitar jam 16.30 WIB. Kejadian berawal saat anggota polisi melihat motor yang dikendarai Faizal tidak dipasangi pelat nomor. Selain itu, motor yang digunakan tidak dilengkapi spion dan knalpot standar.

"Pengendara motor saat dihampiri, malah berusaha melarikan diri. Secara refleks petugas memegang tangan pengendara agar menghentikan laju motornya. Namun yang terjadi kemudian, kondisi motor tidak seimbang dan akhirnya pengendara serta pemboncengnya terjatuh. Tidak ada niat mendorong dan murni di luar kesengajaan," jelas Iqbal.

Usai pengendara terjatuh, lanjut Iqbal, Bripka Amir juga langsung menolong Faizal dan wanita yang diboncengnya. Iqbal menambahkan, permasalahan tersebut telah dikoordinasikan dan ditangani oleh Sipropam Polrestabes Semarang.

"Permasalahan antara petugas dan saudara Faizal Nugroho sudah selesai secara kekeluargaan. Bahkan saudara Faizal sampai mencium tangan Bripka Amir saat bersalaman," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, tentang sebuah video polisi lalu lintas menghentikan pengendara motor hingga terjatuh viral di media sosial. Pihak kepolisian sudah melakukan tindakan soal peristiwa itu. Video tersebut diunggah oleh Instagram @alvinlie21 dengan caption mempertanyakan kesalahan pemotor dan tindakan anggota polisi itu. Dalam video tersebut terlihat motor yang ditumpangi laki-laki dan perempuan berada di antrean traffic light Jalan Pemuda Semarang. Alvin Lie menulis.

"Senin 13 Sept 2021 jam 17:26 WIB di persimpangan Jl. Pemuda/ Jl. Tanjung/ Jl. Depok, Semarang. Apakah pemotor tsb melalukan pelanggaran? atau penjahat buron? Apakah perlu dijatuhkan begitu utk hentikan ybs?"tulis keterangan di dalam video.

Polisi di sana menghampiri motor yang diketahui tanpa pelat nomor, spion, dan motor memakai knalpot brong. Saat petugas mendekat, pemotor justru tancap gas. Beberapa saat kemudian pemotor itu jatuh dan tampak ada gerakan polisi mendorong pemotor tersebut.

Postingan itu ternyata mengundang komentar pro kontra. Ada yang menanyakan kenapa sampai harus pengendara sampai jatuh, tapiada juga yang menjelaskan polisi melakukan tindakan tegas karena pemotor melakukan berbagai pelanggaran dan berusaha kabur.

"Yah wajar aja reflek itu polisi.. Knapa pula mau kabur.. Klo pas kabur polisi ketabrak pasti dianggap biasa ya," tulis akun @nofic***.

"Caranya agak brutal ya,mungkin bisa lebih dengan cara yang baik. Kalau tiba2 menimbulkan cedera parah gimana ya? Hmm," ketik akun @kris***.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan kejadian tersebut terjadi pada 13 September 2021 sekitar jam 16.30 WIB. Iqbal menjelaskan polisi yang terekam video itu juga sudah dimintai keterangan.

"Lokasinya di Jalan Pemuda tepatnya di traffic light simpang PLN," kata Iqbal dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kepolisian, perlu ditata dahulu rumusan tugas pokok, wewenang Kepolisian RI dalam Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Peran dan Fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

1. Fungsi Kepolisian

Pasal 2 :” Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan Negara di bidang pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat”. Sedangkan Pasal 3: “(1) Pengemban fungsi Kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh : a. kepolisian khusus, b. pegawai negri sipil dan/atau c. bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. (2) Pengemban fungsi Kepolisian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a,b, dan c, melaksanakan fungsi Kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hukum masing-masing.

2. Tugas pokok Kepolisian

Pasal 13: Tugas Pokok Kepolisian Negara Rrepublik Indonesia dalam UU No.2 tahun 20002 adalah sebagai berikut:
a. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat
b. Menegakkan hukum
c. Memberikan perlindungan,pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. “, penjabaran tugas Kepolisian di jelaskan lagi apada Pasal 14 UU Kepolisian RI.

3. Kewenangan Kepolisian

Pada Pasal 15 dan 16 UU Kepolisian RI adalah perincian mengenai tugas dan wewenang Kepolisian RI, sedangkan Pasal 18 berisi tentang diskresi Kepolisian yang didasarkan kepada Kode Etik Kepolisian.
Sesuai dengan rumusan fungsi, tugas pokok, tugas dan weweang Polri sebagaimana diatur dalam UU No. 2 tahun 2002, maka dapat dikatakan fungsi utama kepolisian meliputi.

1. Tugas Pembinaan masyarakat (Pre-emtif)

Segala usaha dan kegiatan pembinaan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum dan peraturan perundang-undangan. Tugas Polri dalam bidang ini adalah Community Policing, dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat secara sosial dan hubungan mutualisme, maka akan tercapai tujuan dari community policing tersebut. Namun, konsep dari Community Policing itu sendiri saat ini sudah bias dengan pelaksanaannya di Polres-polres. Sebenarnya seperti yang disebutkan diatas, dalam mengadakan perbandingan sistem kepolisian Negara luar, selain harus dilihat dari administrasi pemerintahannya, sistem kepolisian juga terkait dengan karakter sosial masyarakatnya.

Konsep Community Policing sudah ada sesuai karakter dan budaya Indonesia ( Jawa) dengan melakukan sistem keamanan lingkungan ( siskamling) dalam komunitas-komunitas desa dan kampong, secara bergantian masyarakat merasa bertangggung jawab atas keamanan wilayahnya masing-masing. Hal ini juga ditunjang oleh Kegiatan babinkamtibmas yang setiap saat harus selalu mengawasi daerahnya untuk melaksanakan kegiata-kegiatan khusus.

2. Tugas di bidang Preventif

Segala usaha dan kegiatan di bidang kepolisian preventif untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memelihara keselematan orang, benda dan barang termasuk memberikan perlindungan dan pertolongan , khususnya mencegah terjadinya pelanggaran hukum. Dalam melaksanakan tugas ini diperlukan kemampuan professional tekhnik tersendiri seperti patrolil, penjagaan pengawalan dan pengaturan.

3. Tugas di bidang Represif

Di bidang represif terdapat 2 (dua) jenis Peran dan Fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu represif justisiil dan non justisiil. UU No. 2 tahun 2002 memberi peran Polri untuk melakukan tindakan-tindakan represif non Justisiil terkait dengan Pasal 18 ayat 1(1) , yaitu wewenang ” diskresi kepolisian” yang umumnya menyangkut kasus ringan.

KUHAP memberi peran Polri dalam melaksanakan tugas represif justisil dengan menggunakan azas legalitas bersama unsur Criminal Justice sistem lainnya. Tugas ini memuat substansi tentang cara penyidikan dan penyelidikan sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. Bila terjadi tindak pidana, penyidik melakukan kegiatan berupa.

1. Mencari dan menemukan suatu peristiwa Yang dianggap sebagai tindak pidana;
2. Menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan;
3. Mencari serta mengumpulkan bukti;
4. Membuat terang tindak pidana yang terjadi;
5. Menemukan tersangka pelaku tindak pidana.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar