•   September 17
Viral

Viral! Seorang Anak Artis Tolak Vaksinasi, Hingga Nekat Lapor Polisi

( words)

Viral! Seorang Anak Artis Tolak Vaksinasi, Hingga Nekat Lapor Polisi

Helo.id - Salah satu upaya untuk menekan angka kasus virus akibat pandemi yang kian meningkat adalah dengan penyediaan vaksin virus akibat pandemi dari pemerintah. Meski masih dalam tahap uji klinis, keberadaan vaksin ini diharapkan dapat melindungi masyarakat Indonesia dari pandemi.

Hingga saat ini, pemberian vaksin virus akibat pandemi adalah solusi yang dinilai paling jitu untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit virus akibat pandemi. Vaksin merupakan suatu antigen atau benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menghasilkan reaksi kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Vaksin biasanya berisi mikroorganisme, misalnya virus atau bakteri, yang sudah mati atau masih hidup tetapi dilemahkan. Vaksin juga bisa berisi bagian dari mikroorganisme yang bisa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mikroorganisme tersebut.

Bila diberikan kepada seseorang, vaksin akan menimbulkan reaksi sistem imun yang spesifik dan aktif terhadap penyakit tertentu, misalnya vaksin flu untuk mencegah penyakit flu dan vaksin virus akibat pandemi untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2. Biasanya, vaksin dimasukkan ke dalam tubuh manusia dengan cara disuntik. Bicara mengenai virus tentunya masih banyak orang yang ragu hingga menolak vaksinasi, seperti berikut ini.

Tiga remaja baru-baru ini menjadi pemberitaan setelah tegas menolak pemberian vaksin virus akibat pandemi. Salah satu dari remaja yang bernama Azrell Omar Azri merupakan anak artis Malasyia, Ellie Suriaty Omar. Dilansir dari World of Buzz, Azrell bergabung dengan kedua temannya melapor ke polisi sebagai bentuk penolakan vaksin. Ia menegaskan dirinya berhak menolak menjadi bahan eksperimen vaksin.

Penolakan ini diungkapkan setelah pengumuman resmi dari Pemerintah Malaysia. Untuk diketahui, Negeri Jiran telah mengumumkan akan memberikan vaksin virus akibat pandemi kepada remaja berusia 12 hingga 17 tahun. Azrell dan dua remaja lainnya ternyata tidak menyambut pengumuman itu. 

Pasalnya, mereka mengkhawatirkan dampak buruk vaksin virus akibat pandemi. Azrell mengatakan, tubuhnya yang akan menerima suntikan vaksin virus akibat pandemi. Hal itu membuatnya percaya hanya ia sendiri yang akan menanggung segala efek vaksin.

"Apa yang akan terjadi kepadaku setelah disuntik vaksin adalah risiko yang kutanggung sendiri," ujar Azrell seperti dilansir BeritaHits.id dari World of Buzz, Kamis (9/9/2021).

Atas dasar itu, Azrell menyatakan dirinya memiliki hak untuk menolak vaksin. Ia juga menegaskan tidak ingin menjadikan tubuhnya sebagai bahan eksperimen vaksinasi.

"Karena itu, aku juga punya hak untuk menolak menjadi bahan eksperimen vaksinasi virus akibat pandemi," tuturnya.

Lebih lanjut, Azrell juga menyebut vaksin virus akibat pandemi yang ditawarkan saat ini masih baru. Apalagi, ia mengatakan dirinya memiliki fisik yang sehat.

"Fisik saya sehat dan saya tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan diri saya melalui vaksin yang masih baru (diteliti)," ucap Azrell.

Azrell menilai, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus akibat pandemi selain vaksin. Ia menyebut diantaranya adalah pengobatan herbal sampai makanan sunnah Nabi.

"Saya tidak rela mempertaruhkan nyawa, karena ada berbagai cara untuk mencegah virus akibat pandemi, yaitu melalui pengobatan homoeopati holistik dan makanan sunnah yang dipraktikkan keluarga saya untuk mencegah penularan virus akibat pandemi," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Azrell membuat laporan bersama dengan saudara perempuan dan temannya. Saudaranya bernama Nur Azreen Omar yang berusia 12 tahun, dan temannya adalah Muhammad Hanif Haikan Jeffrey yang berusia 17 tahun. 

Mereka melapor ke polisi dengan didampingi ibu Azrell. Laporan tersebut diajukan di kantor polisi Taman Melawati pada 30 Agustus 2021 lalu. Azrell mengatakan pelaporan ini merupakan dasar inisiatif dirinya sendiri, bukan paksaan. Hal ini dilakukan setelah dirinya mengevaluasi berbagai informasi mengenai vaksin dari dunia maya.

"Saya mengambil semua informasi terkait vaksin dan virus akibat pandemi dari internet, termasuk membaca berita dari luar negeri, selain informasi dari ibu saya, anggota keluarga serta kenalan," terangnya.

"Dari sana, saya secara pribadi mengevaluasi informasi yang diperoleh dan memutuskan untuk menolak divaksinasi," imbuhnya.

Selain itu, Azrell juga menunjukkan formulir vaksinasi dari gurunya. Dalam formulir itu, tertulis jika tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas efek samping vaksin.

"Dalam formulir itu, kami diberitahu bahwa tidak ada yang akan bertanggung jawab jika terjadi implikasi akibat pengambilan vaksin tersebut," tukasnya.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar