•   August 5
Viral

Setelah Videonya Viral, Salah Satu Pria yang Hirup Nafas Pasien Virus akibat Pandemi Ini Ungkap Alasan di Baliknya

( words)

Setelah Videonya Viral, Salah Satu Pria yang Hirup Nafas Pasien Virus akibat Pandemi Ini Ungkap Alasan di Baliknya

Helo.id - Setelah videonya viral beberapa waktu lalu, ternyata KH Sami'an yang berusia 45 tahun, nekat menghirup napas pasien virus akibat pandemi, karena menuruti perintah Masudin. Masudin merupakan terapis tunarungu asal Jombang. Menurut dia, aksi itu bukan untuk mencari sensasi. Tapi memotivasi si pasien agar kekebalan tubuhnya meningkat.

Kiai Sami'an mengaku sudah 2,5 tahun kenal dengan Masudin. Ia menganggap terapis tunarungu asal Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro itu sebagai sahabat sekaligus guru spiritualnya.

Pengajar madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang ini pun menaati perintah Masudin. Ia langsung datang saat diajak Masudin membesuk pasien virus akibat pandemi di salah satu rumah sakit swasta di Jombang pada 17 April 2021. Begitu juga saat Masudin menyuruhnya menghirup napas pasien tersebut.

"Saat itu saya di samping beliau (Masudin). Beliau itu guru saya. Ajaran pesantren, kalau santri sudah mengakui gurunya, akan taat," ujar Kiai Sami'an kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Selain hubungan guru dengan murid, lanjut Kiai Sami'an, saat itu Masudin juga meyakinkan dirinya kuat melawan virus akibat pandemi. Karena sudah meminum ramuan tradisional buatan Masudin. Jamu itu diyakini bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

"Kata beliau, setelah minum ini (ramuan tradisional racikan Masudin) kita dilindungi Allah SWT dari virus akibat pandemi, insyaallah imun kita kuat," tuturnya.

Ia menjelaskan, di ruangan isolasi tersebut, Masudin lebih dulu meminumkan ramuannya ke pasien virus akibat pandemi berinisial HD yang berusia 26 tahun, warga Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang. Selanjutnya, Masudin menyuruh Kiai Sami'an menghirup napas pasien virus akibat pandemi itu, melalui hidung dan mulut. Aksi serupa juga dilakukan Masudin.

HD merupakan menantu H Rokim, teman Masudin. Saat itu, Rokim dan istrinya juga positif virus akibat pandemi. Mereka bertiga diisolasi di rumah sakit yang sama. HD sembuh, sedangkan Rokim dan istrinya meninggal dunia.

"Secara spontan beliau menyuruh saya menghirup napas pasien virus akibat pandemi. Saya pucat karena pengalaman pertama saya," papar Kiai Sami'an.

Kiai Sami'an mengaku tidak merasakan apapun saat menghirup napas pasien virus akibat pandemi. Pasca aksi nekatnya itu, ia juga tidak pernah sakit. Ia menegaskan aksi tersebut bukan untuk sombong, mencari sensasi maupun menolak percaya terhadap virus akibat pandemi.

"Kata Mr Masudin, itu manusia yang harus dimanusiakan. Tidak boleh manusia dihindari, misalnya makanan ditaruh pintu disuruh ambil sendiri seperti hewan. Itu manusia Harus kita angkat imunnya. Saat itu, pasien langsung duduk dan keringatan karena merasa dimanusiakan. Intinya hanya mengangkat imun," lanjutnya.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Banyuarang dan asisten Masudin, terapis tunarungu itu meninggal bukan karena terinfeksi virus akibat pandemi. Namun, karena penyakit lambung yang sudah akut. Terlebih lagi, istri dan dua anak Masudin negatif virus akibat pandemi berdasarkan hasil tes swab antigen pada Rabu (14/7).

Sebelum meninggal, Masudin kerap mengobati teman dan keluarganya yang terinfeksi virus akibat pandemi, tapi tergolong orang tanpa gejala (OTG). Ia hanya meminta para pasien meminum ramuan tradisional buatannya. Jamu tersebut bukan untuk membunuh virus akibat pandemi, tapi diyakini bisa meningkatkan kekebalan tubuh pasien.

Diberitakan sebelumnya, tentang sebuah video dua pria yang sengaja hirup napas pasien virus akibat pandemi baru-baru ramai diperbincangkan. Hal itu diduga lantaran keduanya tidak percaya dengan adanya virus yang tengah melanda dunia tersebut.

Aksi dua pria itu beredar luas di dunia maya, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infotabedaeng, Jumat (16/7/2021). Dalam video itu, dua pria berpeci tampak mengunjungi seorang pasien virus akibat pandemi, yang tengah terbaring di ranjang dengan selang oksigen di hidungnya.

Kendati pasien tersebut merupakan pasien virus akibat pandemi, namun dua pria itu tampak santai tanpa kenakan masker. Bahkan, mereka juga berdiri begitu dekat untuk memberi semangat kepada pasien.

Hingga kemudian, mereka meminta sang pasien menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya. Keduanya lalu mendekatkan wajah ke wajah pasien. Tak diduga, mereka justru menghirup napas pasien tersebut berkali-kali.

"Bismillahirrahmanirrahim, ambil napas, ambil napas. Yang keras (keluarkan napas). Kiai kok maskeran," ucap dua orang pria tersebut.

Tak ayal, video viral yang dalam keterangannya diambil pada 17 April 2021 tersebut mengundang beragam komentar dari publik di dunia maya. Banyak warganet merasa tak habis pikir dengan aksi dua orang pria tersebut.

"Nggak sabar lihat ending-nya," tulis @toko_adiya.

"Ini dibilang belenk-belenk," sahut @iyyu_simple.

"Salah satu bukti mengapa alien malas mengunjungi bumi yaa karena ini. Masih ada spesies gob**k hahaha," ucap @callmeadhee.

"AHAHAH pasien virus akibat pandemi belike: ni pada mau apain gue," timpal @ysufdwi0311. 

Belakangan diketahui, satu di antara kedua pria berpeci itu adalah Masudin, seorang terapi syaraf telinga asal Jawa Timur. Ia dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (13/7/2021) karena sakit lambung dan sempat demam. Poster dirinya meninggal pun beredar luas. 

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar