•   August 5
Viral

Resto Penipu di Surabaya Saat Ini Langsung Diselidiki oleh Pihak Kepolisian

( words)

Resto Penipu di Surabaya Saat Ini Langsung Diselidiki oleh Pihak Kepolisian

Helo.id - Aksi penipuan yang dilakukan sebuah restoran di Surabaya yang viral menipu melalui ojek online dan menggunakan nama yang berbeda disetiap aplikasi, kini telah dilaporkan ke polisi. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Iya, masih di selidiki sama anggota. Iya sudah (ada laporan kepolisian)," terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian saat dilansir oleh detikcom, Sabtu (12/6/2021).

Kasus viral restoran bodong tersebut saat ini tengah ditangani oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arif Rizky Wicaksana mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.

Diberitakan sebelumnya, tentang viralnya video sebuah restoran yang disebut telah melakukan penipuan melalui ojek online (ojol). Restoran tersebut ada di satu tempat, namun memiliki nama berbeda di aplikasi pemesanan makanan via ojol.

Nama-nama tersebut mencatut restoran-restoran terkenal di Surabaya. Dan bahkan tempat pemesanan makanan itu bukanlah sebuah restoran, namun hanya sebuah kedai rumahan.

Kejadian ini terjadi di Surabaya. Seorang pengguna Instagram @kdeviana dalam insta storynya mengungkapkan jika aksi penipuan ini dilakukan sebuah restoran di Jalan Kejawan Putih Tambak. Dalam video tersebut, nampak nama sebenarnya restoran tersebut yakni Dapur Ndeso.

Tempat di alamat itu rasanya tak cocok jika disebut restoran karena tidak seperti selayaknya restoran. Di sana hanya ada meja panjang yang ditaruh di pintu masuk. Restoran itu juga hanya melayani pesanan take away.

Tak hanya itu, restoran ini juga menggunakan nama restoran terkenal. Mulai dari Bebek Purnama, Pecel Dharmahusada, Kuliner Keputih, Kuliner Juanda, Kuliner AWS, Kuliner Banyuurip, Kuliner Kalijudan, Kuliner Siwalankerto, dan Nasi Padang Ampera.

"Penipuan berkedok resto di Grabfood, keliatannya makanannya enak-enak ya, tapi kalian harus tahu datengnya kayak gimana, harganya gak masuk akal. Jadi dia punya beberapa akun Grabfood atau GoFood," tutur Deviana dalam videonya.

Deviana sendiri membuat video tersebut di restoran itu. Nampak seorang pria berbaju merah hanya diam saja saat Deviana berbicara mengenai penipuan yang dilakukan restoran itu. Di restoran itu diperlihatkan ada banyak HP berjajar.

"Ini ya kondisinya, itu ada banyak HP. Ini ada beberapa menu restoran yang terkenal tapi modelnya kayak gini. Jadi tiap resto beda-beda HP," papar Deviana sambil membuka sebuah styrofoam berisi nasi pecel yang dipesannya.

Deviana mengaku memesan nasi pecel 5 bungkus dengan harga Rp 92.500. Harga yang dirasanya kelewat mahal karena yang dia terima adalah nasi pecel yang dia sebut tidak ada apa-apanya. Deviana mengaku telah tertipu dengan harga dan kenyataan akan makanan yang dipesannya. Makanannya tidak sesuai seperti yang ada di foto yang ditawarkan.

Deviana juga sempat menanyakan ke pengemudi ojol yang kebetulan melintas. Ojol tersebut mengaku mengetahui jika restoran itu bermasalah dan sudah melaporkan masalah ini.

"Udah tahu kita, sudah ada laporan di sistem tapi karena dari pihak grab tidak ada tanggapan akhirnya mereka jalan terus. Kalau ada ketegasan dari grab tidak akan seperti ini," ujar pengemudi Grab tersebut.

Saat dilansir detikcom (12/06), Deviana mengatakan kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Unggahan ini pun menjadi viral dan mendapat tanggapan dari netizen. Tak sedikit netizen yang mengaku mengalami hal serupa.

Namun diketahui, lokasi restoran tersebut berada di rumah dua lantai yang berada di Jalan Kejawan Putih Tambak, Surabaya. Namun, tidak terlihat aktivitas di rumah tersebut alias tutup. Pagarnya yang berwarna hitam terlihat tertutup dan digembok menggunakan rantai.

Restoran atau yang lebih pantas disebut kedai rumahan itu ternyata rumah kontrakan. Rumah tersebut sudah beberapa hari tutup usai viral. Salah satu warga bernama Anta yang berusia 39 tahun, mengatakan jika restoran tersebut sudah tutup sejak Kamis (10/6), diduga usai viral di media sosial.

"Sejak hari Kamis tutup, biasanya buka 24 jam, nggak ada tutupnya. Karena viral itu," ujar Anta kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021).

Anta juga mengakui sering melihat beberapa driver online ribut dengan pegawai resto di rumah itu. Anta menyampaikan restoran tersebut, sudah buka dan melayani order ojek online sudah lebih dari setahun terakhir. Dan setiap hari ada dua karyawan yang melayani di situ.

"Sering dikomplain , iya marah-marah sama yang jualan. Karena mungkin nggak cocok atau nggak sesuai. Ada setahun lebih. Yang pasti itu dua. Gonta-ganti, paling sering pulang keluar masuk. Maksudnya nggak lama itu sudah ganti lagi," kata Anta.

"Setelah kasus itu ramai pas Rabu. Kamis sudah tidak ada itu (tutup)," ungkap Anta.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar