•   June 13
Viral

Viral! Hati Ayam dan Sapi Tidak Baik untuk Digunakan MPASI? Ini Tanggapan Ahli Gizi

( words)

Viral! Hati Ayam dan Sapi Tidak Baik untuk Digunakan MPASI? Ini Tanggapan Ahli Gizi

Helo.id - Makanan Pendamping Air Susu Ibu (disingkat MPASI) merupakan makanan tambahan yang mudah dikonsumsi yang diberikan pada bayi selain ASI ketika ASI tidak dapat mencukupi nutrisi anak untuk tumbuh kembang optimal, biasanya diberikan pada umur 4 dan 6 bulan hingga berumur 2 tahun. MPASI juga bertujuan untuk melatih kemampuan makan bayi, naik kemampuan mengunyah, menelan dan kemampuan bayi menerima berbagi rasa dan tekstur makanan.

Namun, tak jarang para ibu memberikan menu MPASI, dengan campuran hati ayam atau hati sapi, yang akan diberikan kepada bayi, untuk makanan sehari-hari, tetapi saat ini hati ayam dan sapi, tengahmenjadi perdebatan. Dimulai dari seorang Spesialis gizi mengatakan bahwa hati termasuk makanan yang tidak sehat.

DR. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK(K), Spesialis Gizi Klinik, mengatakan hati ayam ataupun hati sapi adalah makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi anak-anak. Bahkan, ia menyebut hati yang dipercaya tinggi nutrisi dan baik untuk anak-anak itu hanyalah mitos belaka.

@tonibss

Balas @nataliaagnes6 suka beri hati ayam buat anak anak??? cuplikan video on youtube-lifestyleone(fullvideo) #polahidupsehat#sehatgamahal

♬ original sound - Tonibss 🌿 inspirator healthy

"Itu mitos (kalau hati lebih sehat daripada daging). Karena, hati itu sebenarnya salah satu organ jeroan yang sangat tinggi kolesterol. Hati itu fungsinya di dalam tubuh makhluk hidup untuk detoksifikasi, yakni menetralisir zat-zat beracun atau berbahaya yang dimakan oleh hewan tersebut," ungkap DR. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK(K), Spesialis Gizi Klinik dilansir dari acara Ayo Hidup Sehat TV One.

Pernyataan dr Samuel tentang hati ayam maupun sapi itu pun menjadi viral di media sosial TikTok dan Instagram, serta menjadi perdebatan. Apalagi, ia juga menyatakan memberi anak makan hati ayam atau sapi sama halnya memberi zat-zat berbahaya yang menumpuk di hati hewan.

"Ya salah (memberi anak makan hati), sebenarnya nggak boleh. Karena, hati kolesterol tinggi dan mengandung zat-zat yang berbahaya yang dimakan sama hewan tersebut dan diolah di dalam hati. Sisa-sisanya itu sama saja diberikan ke anak," bebernya.

Tetapi, pandangan dr Samuel itu lantas dibantah oleh DR. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, seorang ahli gizi yang mengatakan hati ayam yang penuh racun pastinya pantang dijual dan ayam yang memiliki hati penuh racun juga pasti sakit.

Dr Tan juga menjelaskan bahwa hati ayam sangat boleh ditambahkan dalam menu MPASI anak. Karena, hati ayam mengandung zat besi yang tingginya 7 kali lipat dibandingkan daging sapi. Bahkan, ia memberi tahu untuk memiliki hati ayam yang segar, merah tua, licin tidak bergerindil dan tidak amis.

"Saya marah beneran jika bangsa kita disuruh jadi pemakan suplemen dan kemasan. Sementara di luar sana orang-orang asing menikmati kekayaan alam kita. Silahkan buka banyak jurnal tentang MPASI yang sehat, murah dengan pangan lokal seperti hati ayam," tutur Dr Tan dalam story Instagramnya @drtanshotyen.

Selain itu, Dr Tan juga membantan anggapan bahwa hati yang menjadi tempat zat-zat berbahaya maupun beracun. Menurutnya, hati ayam maupun sapi yang sehat pastinya tidak penuh dengan racun.

Sebab, jenis racun atau apapun yang dikonsumsi oleh hewan akan dipecah komponennya, dinetralisir dan dibuang melalui usus atau saluran kencing. Hati akan menjadi sakit jika dibebani terus-menerus dalam waktu lama.

"Hati hewan potong termasuk ayam dan sapi bekerja dengan cara yang sama. Jika hatinya rusak dan sakit pasti hewan ternak juga nampak sakit. Jadi, pasti tidak lolos skrining hewan potong," pungkasnya.

Padahal diketahui hati ayam ataupun sapi, ternyata juga memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan tubuh jika dikonsumsi, seperti berikut ini.

1. Mencegah anemia

Hati ayam mengandung zat besi dan vitamin B12 yang bisa mencegah anemia. Zar besi dan vitamin B12 ini berperan dalam pembentukan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bayi usia 6-11 bulan membutuhkan asupan zat besi sekitar 11 milligram per hari. Sementara, bayi juga membutuhkan vitamin B12 sebanyak 1,5 microgram per hari.

2. Menjaga kesehatan mata

Kandungan vitamin A dan antioksidan lutein serta likopen dalam hati ayam bermanfaat menjaga kesehatan mata bayi. Bayi usia 6-11 bulan memerlukan 400 mikrohram vitamin A, supaya terhindar dari gangguan penglihatan.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Vitamin A dalam hati ayam juga berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada masa pandemi sekarang, kekebalan tubuh yang kuat menjadi faktor penting agar bayi tidak mudah tertular penyakit.

4. Meningkatkan perkembangan otak

Kandungan kolin, lemak dan protein dalam hati ayam penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf. Konsumsi zat itu dalam jumlah tepat bisa mendukung tumbuh kembang otak dan kecerdasan bayi.

5. Mendorong tumbuh kembang

Hati ayam mengandung protein dan folat yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Bayi akan tumbuh lebih lambat dibandingkan bayi normal seusianya bila kekurangan protein dan folat. Bayi usia 6-11 bulan memerlukan 9 gram protein dan 80 microgram folat setiap harinya.

TAG : Viral

Artikel Menarik Lainnya

Komentar